Tim DVI Polda Papua Gencarkan Identifikasi Korban Ledakan Bom PD II di Biak, Korban Tewas Bertambah
Polda Papua mengirim tim DVI ke Biak untuk mengidentifikasi potongan tubuh manusia, diduga korban ledakan bom peninggalan PD II yang meledak pada 31 Mei 2026, dengan jumlah korban tewas kini mencapai enam orang.
Polda Papua telah mengirimkan tim Disaster Victim Identification (DVI) ke Biak untuk melakukan identifikasi terhadap temuan tim SAR gabungan. Temuan tersebut berupa potongan tubuh manusia yang diduga kuat merupakan korban ledakan bom peninggalan Perang Dunia II yang terjadi pada Minggu, 31 Mei 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan identitas para korban yang terdampak insiden tragis tersebut.
Tim DVI, didampingi tim laboratorium forensik (labfor) Polda Papua, tiba di Biak pada hari Selasa, 2 Juni 2026, dan langsung menuju RSUD Biak untuk memulai proses identifikasi. Kedatangan mereka bertujuan untuk mengungkap detail korban yang ditemukan.
Sebelumnya, pada Senin petang, 1 Juni 2026, tim SAR gabungan yang terdiri dari anggota Polair Polres Biak dan SAR, berhasil menemukan 13 potongan tubuh. Potongan-potongan ini dievakuasi ke RSUD Biak dan diduga kuat berasal dari jasad korban ledakan bom peninggalan PD II yang mengguncang wilayah Biak.
Proses Identifikasi dan Sterilisasi Lokasi Ledakan Bom Biak
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan menjelaskan bahwa tim DVI akan fokus pada identifikasi potongan tubuh yang ditemukan, sementara tim labfor akan bertugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti ledakan. Kedua tim ini bekerja secara terkoordinasi untuk mengungkap fakta di balik insiden tragis ini.
Olah TKP belum dapat dilaksanakan segera karena area ledakan masih dalam proses sterilisasi oleh tim penjinak bom dari Gegana Brimob Polda Papua. Tim Gegana masih melakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan lokasi aman dari potensi bahan peledak lainnya sebelum tim labfor dapat bekerja.
AKBP Ari Trestiawan menegaskan bahwa olah TKP baru akan dilakukan setelah lokasi dinyatakan bersih dari bahan peledak. Keamanan tim yang bertugas menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini, memastikan tidak ada risiko tambahan bagi petugas di lapangan.
Dampak Tragis Ledakan Bom Peninggalan PD II
Ledakan bom peninggalan PD II di Biak pada Minggu, 31 Mei 2026, menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur sekitar. Tercatat sebanyak 12 bangunan mengalami kerusakan, dengan 9 di antaranya rusak parah, termasuk 2 unit rumah dan 1 gereja. Kerusakan ini menunjukkan kekuatan ledakan yang sangat besar dan dampaknya terhadap permukiman warga.
Selain kerusakan material, insiden ini juga mengakibatkan bertambahnya jumlah korban jiwa. Awalnya lima orang dilaporkan meninggal dunia dan telah dimakamkan pada Senin sore, 1 Juni 2026. Namun, pada Selasa dini hari, 2 Juni 2026, satu korban lagi bernama Mina Puadi (51) meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Biak, sehingga total korban tewas menjadi enam orang.
Insiden ini juga menyebabkan tiga orang dinyatakan hilang, yaitu Yulianus Raubaba (26), Lae Madura (45), dan Abis Marandof (27). Pencarian terhadap ketiga korban hilang ini masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Selain itu, 19 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
Sumber: AntaraNews