Trivia: Tiga Jenazah Teridentifikasi! DVI Polda Jatim Berhasil Identifikasi Korban Ponpes Ambruk Sidoarjo

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim kembali berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban ambruknya Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, menambah total korban teridentifikasi. Siapa saja mereka?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia: Tiga Jenazah Teridentifikasi! DVI Polda Jatim Berhasil Identifikasi Korban Ponpes Ambruk Sidoarjo
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim kembali berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban ambruknya Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, menambah total korban teridentifikasi. Siapa saja mereka? (AntaraNews)

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur telah mengidentifikasi tiga jenazah korban insiden ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Pengumuman ini disampaikan pada Sabtu (4/10) malam di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, setelah proses identifikasi yang cermat. Keberhasilan ini membawa harapan baru bagi keluarga korban yang menanti kepastian.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan, menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan melalui pencocokan data medis, gigi, serta properti yang melekat pada korban. Metode komprehensif ini memastikan akurasi data sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. Proses identifikasi ini sangat penting untuk memberikan kejelasan kepada keluarga yang berduka.

Ketiga jenazah yang berhasil diidentifikasi tersebut akan segera diserahkan kepada pihak keluarga pada malam yang sama. Penyerahan cepat ini merupakan prioritas mengingat kondisi emosional keluarga yang sangat mengharapkan kepastian. Kombes Pol M. Khusnan juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa para santri tersebut.

Detail Identifikasi Tiga Santri

Kombes Pol M. Khusnan merinci identitas ketiga jenazah yang baru berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim. Jenazah pertama, dengan nomor PM RSBB 002, teridentifikasi sebagai Firman Nur, seorang santri berusia 16 tahun. Firman Nur diketahui merupakan warga Tembok Lor 38 A, Surabaya, dan kini keluarganya dapat memperoleh kepastian.

Selanjutnya, jenazah kedua yang memiliki nomor PM RSBB 003 berhasil diidentifikasi sebagai Muhammad Azka Ibadur Rahman. Santri berusia 13 tahun ini berasal dari Jalan Randu Indah Nomor 14, Kenjeran, Surabaya. Identifikasi ini menjadi kabar penting bagi keluarga Muhammad Azka yang telah menanti.

Jenazah ketiga, dengan nomor PM RSBB 006, adalah Daul Milal, santri berusia 15 tahun. Daul Milal merupakan warga Sitok Kapasan Gang 8 Nomor 18, Surabaya. Dengan teridentifikasinya ketiga korban ini, total jenazah yang telah teridentifikasi bertambah, memberikan sedikit kelegaan di tengah duka.

  • Firman Nur (16), warga Tembok Lor 38 A, Surabaya.
  • Muhammad Azka Ibadur Rahman (13), warga Jalan Randu Indah Nomor 14, Kenjeran, Surabaya.
  • Daul Milal (15), warga Sitok Kapasan Gang 8 Nomor 18, Surabaya.

Proses DVI Terus Berlanjut

Hingga saat ini, tim gabungan DVI telah berhasil mengidentifikasi delapan dari total 17 jenazah korban ambruknya ponpes tersebut. Selain itu, satu bagian tubuh atau body part juga ditemukan di lokasi kejadian. Proses identifikasi ini merupakan tugas yang kompleks dan membutuhkan ketelitian tinggi dari seluruh tim.

Kombes Pol M. Khusnan menegaskan bahwa operasi DVI masih terus berjalan dengan pendalaman data antemortem, yaitu data korban sebelum meninggal, dan postmortem, data korban setelah meninggal. "Sampai hari ini, tim gabungan telah mengidentifikasi delapan dari 17 jenazah dan satu bagian tubuh (body part) yang ditemukan di lokasi," kata Khusnan. Pendalaman data ini krusial untuk memastikan setiap korban dapat diidentifikasi dengan tepat.

Terkait temuan bagian tubuh manusia, Khusnan menyebutkan bahwa potongan tersebut berupa kaki kanan. Bagian tubuh ini akan segera dikirim ke Jakarta untuk pemeriksaan DNA lebih lanjut. "Besok pagi kami kirim ke Jakarta untuk pemeriksaan DNA," ujarnya, menunjukkan komitmen tim dalam mengidentifikasi setiap bagian yang ditemukan.

Tim identifikasi ini merupakan gabungan dari berbagai pihak, termasuk Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri, tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polda Jatim, serta Persatuan Dokter Forensik Indonesia. Kolaborasi ini memastikan proses identifikasi berjalan efektif dan akurat, memanfaatkan keahlian dari berbagai disiplin ilmu.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi