Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Tutuyan Sulawesi Utara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Warga Tutuyan, Sulawesi Utara diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,7 dini hari tadi. BMKG mengumumkan gempa Magnitudo 5,7 Tutuyan ini tidak berpotensi tsunami, memberikan ketenangan di tengah kewaspadaan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7. Gempa ini mengguncang wilayah Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara. Peristiwa alam ini terjadi pada Minggu dini hari, tepatnya pukul 01:56 WIB, mengejutkan warga yang tengah beristirahat.
Pusat gempa berada di 124 kilometer Tenggara Tutuyan, sebuah lokasi yang cukup jauh dari daratan utama. Koordinatnya tercatat pada 0,26 Lintang Selatan (LS) dan 125,07 Bujur Timur (BT). Kedalaman hiposenter gempa terbilang dangkal, yakni hanya 10 kilometer dari permukaan laut. Kedalaman dangkal ini seringkali menjadi faktor penentu intensitas guncangan di permukaan.
Meskipun memiliki magnitudo yang cukup signifikan, BMKG memastikan guncangan gempa Magnitudo 5,7 Tutuyan ini tidak berpotensi tsunami. Informasi penting ini disampaikan melalui laman resmi BMKG yang dipantau di Jakarta. Hal ini memberikan ketenangan bagi masyarakat pesisir di wilayah terdampak.
Sebaran Guncangan dan Dampak Intensitas Gempa
Gempa bumi yang terjadi di Tutuyan ini dirasakan hingga beberapa daerah di sekitarnya dengan intensitas yang bervariasi, menunjukkan sebaran energi yang cukup luas. Guncangan paling kuat tercatat di daerah Nuangan, yang merupakan bagian dari Bolaang Mongondow Timur, lokasi yang relatif dekat dengan pusat gempa.
Di Nuangan, intensitas guncangan mencapai skala III hingga IV Modified Mercalli Intensity (MMI), sebuah tingkatan yang berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seperti ada truk berat melintas di dekatnya. Pada skala ini, benda-benda ringan yang tergantung dapat bergoyang, dan beberapa orang mungkin terbangun dari tidur.
Sementara itu, daerah Pinolosian Timur, yang berada di Bolaang Mongondow Selatan, juga merasakan dampak gempa tersebut. Demikian pula dengan Motongkad, yang masih termasuk dalam wilayah Bolaang Mongondow Timur. Di kedua wilayah ini, intensitas guncangan berada pada skala III MMI, di mana gempa dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah, terutama di lantai atas.
Respons BMKG dan Imbauan Kewaspadaan
BMKG telah secara tegas menyatakan bahwa gempa Magnitudo 5,7 Tutuyan ini tidak memiliki potensi untuk memicu tsunami, sebuah kabar baik bagi masyarakat pesisir. Pernyataan ini didasarkan pada analisis data seismik dan karakteristik gempa yang terjadi, yang bertujuan untuk menenangkan masyarakat dan menghindari kepanikan yang tidak perlu.
Hingga pukul 02:15 WIB, atau sekitar 19 menit setelah gempa utama mengguncang, hasil pemantauan BMKG menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan yang signifikan. Situasi ini terus dipantau secara ketat oleh tim ahli BMKG untuk memastikan tidak ada perkembangan yang membahayakan.
Meski demikian, BMKG tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi gempa susulan. Kewaspadaan ini penting sebagai langkah antisipasi, mengingat gempa susulan bisa saja terjadi sewaktu-waktu meskipun belum terdeteksi dalam waktu dekat. Masyarakat dianjurkan untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab.
Sumber: AntaraNews