Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kejadian gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,5 yang mengguncang wilayah Pulau Karatung dan Melonguane. Peristiwa alam ini terjadi di Provinsi Sulawesi Utara pada Jumat malam. BMKG terus memantau aktivitas seismik di area tersebut untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat.
Gempa utama tercatat pada pukul 21.56 WIB dengan lokasi di 4.34 lintang utara dan 128.37 bujur timur. Kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer, tergolong dangkal. Gempa ini berpotensi dirasakan cukup kuat oleh warga sekitar pusat guncangan.
Setelah guncangan awal, beberapa gempa susulan juga terdeteksi di lokasi yang berdekatan. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan lebih lanjut. Data ini dipantau langsung dari Jakarta oleh tim BMKG.
Advertisement
Advertisement
Gempa bumi pertama yang melanda Pulau Karatung tercatat berkekuatan magnitudo 5,5. Guncangan ini terjadi tepat pada pukul 21.56 WIB, dengan koordinat lokasi 4.34 lintang utara dan 128.37 bujur timur. Kedalaman gempa yang hanya 10 kilometer menunjukkan bahwa energi gempa dilepaskan relatif dekat dengan permukaan bumi.
Tidak lama berselang, Pulau Karatung kembali diguncang gempa susulan pada pukul 22.09 WIB. Gempa susulan ini memiliki kekuatan magnitudo 5,0. Lokasinya sedikit bergeser ke 4.35 lintang utara dan 128.29 bujur timur, namun tetap dengan kedalaman yang sama, yakni 10 kilometer.
Aktivitas gempa bumi yang terjadi dengan kedalaman dangkal seringkali memiliki dampak getaran yang lebih terasa di permukaan. Meskipun demikian, BMKG belum mengeluarkan peringatan tsunami terkait rangkaian gempa ini. Masyarakat di sekitar Pulau Karatung diminta untuk mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Advertisement
Advertisement
Pada waktu yang bersamaan dengan gempa di Karatung, wilayah Melonguane juga mengalami guncangan signifikan. Gempa di Melonguane tercatat berkekuatan magnitudo 5,4 pada pukul 21.56 WIB. Lokasi gempa ini berada di 4.3 lintang utara dan 128.37 bujur timur, dengan kedalaman 10 kilometer.
Melonguane juga merasakan dampak dari gempa susulan yang terjadi. Gempa susulan pertama tercatat pada pukul 22.09 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,0. Kemudian, gempa susulan kedua dengan magnitudo 4,4 terjadi pada pukul 22.23 WIB.
BMKG secara aktif melakukan pemantauan dan analisis terhadap setiap kejadian gempa bumi. Informasi yang akurat dan cepat sangat penting untuk mitigasi bencana. Data Gempa Karatung Melonguane ini dirilis sebagai bagian dari upaya BMKG dalam memberikan edukasi dan peringatan dini kepada publik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews