Bank BRI Raup Untung Rp41,2 Triliun Hingga September 2025
Hery melaporkan, kinerja keuangan positif BRI secara konsolidasi turut menopang pertumbuhan aset perseroan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) secara konsolidasi membukukan laba bersih senilai Rp41,23 triliun hingga kuartal III 2025. Adapun nilai tersebut masih lebih kecil dibandingkan laba bersih perseroan di periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp45,36 triliun.
"BRI berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp41,2 triliun hingga akhir triwulan ketiga 2025," ujar Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam konferensi pers Laporan Kinerja Keuangan BBRI Triwulan III 2025, Kamis (30/10).
Hery melaporkan, kinerja keuangan positif BRI secara konsolidasi turut menopang pertumbuhan aset perseroan. Total aset BRI tumbuh 8,2 persen menjadi sekitar Rp2.123,4 triliun.
Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukan peningkatan yang solid, didorong oleh pertumbuhan CASA atau dana murah. Total DPK tumbuh 8,2 persen secara tahunan (YoY) menjadi sekitar Rp1.474,8 triliun.
Sementara dari sisi intermediasi penyaluran kredit, BRI mengalami pertumbuhan sebesar 6,3 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp1.438,1 triliun hingga akhir September 2025.
Dengan rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) gross dan net perseroan masing-masing berada di level 3,29 persen dan 1,04 persen.
Tuntas Salurkan Rp 55 Triliun Dana SAL
Pada kesempatan sama, Hery turut melaporkan realisasi penyaluran dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh BRI, yang diberikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Bank pelat merah dengan kode saham BBRI ini menerima Rp55 triliun dari total Rp200 triliun dana milik pemerintah yang disimpan di simpanan Bank Indonesia (BI).
Hery mengatakan, pihaknya telah menuntaskan penyaluran dana Rp55 triliun kepada berbagai sektor. Adapun segmen mikro yang jadi portofolio kredit terbesar BRI jadi kelompok yang paling banyak menerima aliran dana tersebut.
Segmen Mikro Jadi Penerima Terbanyak
"Jadi pada tanggal 16 Oktober 2025 yang lalu, dana tersebut telah dialokasikan penuh, sudah disalurkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan ke sektor produktif," ujar Hery.
"Dengan segmen pembiayaan kita alokasikan untuk segmen mikro sebesar Rp28,08 triliun, kemudian korporasi mencapai Rp11,07 triliun, komersial sebesar Rp10,13 triliun, dan terakhir konsumer juga kita dorong sebesar Rp6,58 triliun," bebernya.
BRI sendiri jadi salah satu Himbara penerima dana SAL tertinggi. Bersama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Mandiri, ketiganya masing-masing menerima porsi Rp55 triliun.