Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya Jagung di Tuban, Dorong Ketahanan Pangan Nasional
Presiden Prabowo Subianto melanjutkan kunjungan kerja ke Tuban, Jawa Timur, untuk menghadiri panen raya jagung kuartal II/2026 yang diinisiasi Polri, sekaligus meresmikan gudang SPPG.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melanjutkan agenda kunjungan kerjanya di Jawa Timur pada Sabtu, 16 Mei 2026. Beliau tiba di Kabupaten Tuban untuk menghadiri acara panen raya jagung yang diselenggarakan secara serentak. Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang dibina oleh anggota Polri di berbagai daerah untuk periode kuartal II tahun 2026.
Sebelumnya, Presiden Prabowo bertolak dari Kabupaten Nganjuk setelah meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kedatangan Presiden di Tuban disambut hangat oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara RI (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo dan jajaran petinggi Mabes Polri.
Didampingi oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Presiden menerima laporan detail. Laporan tersebut mencakup perkembangan lahan pertanian jagung yang telah dibina oleh institusi Polri. Beliau juga mendengarkan paparan mengenai penggunaan pupuk khusus dan benih jagung hibrida yang diterapkan.
Kontribusi Polri dalam Panen Raya Jagung Nasional
Acara panen raya jagung di Kabupaten Tuban ini menandai agenda ketiga Presiden Prabowo dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jawa Timur. Tidak hanya menyaksikan langsung panen raya, Presiden juga meninjau inovasi pertanian jagung dan pengolahan hasil panen yang dipamerkan oleh Polri. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor pertanian.
Program panen raya jagung periode kuartal II/2026 ini melibatkan partisipasi aktif dari 36 polda di seluruh Indonesia. Total luas lahan yang dibina mencapai 189.760,36 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.608,76 hektare lahan pertanian jagung melakukan panen raya serentak pada hari ini, menunjukkan skala program yang masif.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melaporkan potensi hasil panen yang sangat menjanjikan pada periode ini. Diperkirakan, potensi panen jagung dapat mencapai 1,23 juta ton. Dari hasil melimpah tersebut, sebanyak 100 ton jagung telah dialokasikan untuk diekspor ke Malaysia, menandakan surplus produksi dan potensi pasar internasional.
Polda Jawa Timur menunjukkan kontribusi terbesar dalam panen raya serentak ini dengan luas lahan 650,56 hektare. Secara keseluruhan untuk kuartal II/2026, lahan yang dibina Polda Jawa Timur mencapai 43.201,82 hektare. Ini menegaskan peran strategis Jawa Timur sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Penguatan Infrastruktur Pangan dengan Gudang SPPG Polri
Selain kegiatan panen raya, Presiden Prabowo Subianto juga menyaksikan upacara peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk pembangunan 10 gudang Sistem Penyimpanan Pangan Gabungan (SPPG) Polri. Setiap gudang ini dirancang dengan kapasitas penyimpanan hingga 1.000 ton, menunjukkan upaya serius dalam memperkuat infrastruktur logistik pangan nasional. Pembangunan gudang-gudang ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penyimpanan dan distribusi hasil pertanian.
Gudang-gudang SPPG ini akan tersebar di berbagai wilayah strategis di Indonesia. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Sumatera Barat, Riau, dua unit di Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Kalimantan Barat, dua unit di Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara. Penempatan gudang yang merata ini bertujuan untuk mendekatkan fasilitas penyimpanan dengan sentra produksi dan konsumsi, mengurangi risiko kerusakan pascapanen.
Peresmian Operasional 166 SPPG Polri di Seluruh Nusantara
Bersamaan dengan acara panen raya dan peletakan batu pertama gudang baru, Presiden Prabowo juga secara resmi meluncurkan operasional 166 SPPG Polri. Peluncuran ini merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas penyimpanan yang sudah ada. SPPG ini akan berperan penting dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tingkat daerah.
Sebaran SPPG yang diluncurkan mencakup berbagai wilayah kerja polda di seluruh Indonesia. Keberadaan SPPG ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung dalam sistem ketahanan pangan lokal. Fasilitas ini akan membantu petani dalam menyimpan hasil panen mereka dengan lebih baik dan mencegah kerugian akibat fluktuasi pasar atau cuaca ekstrem.
Berikut adalah sebaran 166 SPPG Polri yang telah diluncurkan:
Sumber: AntaraNews