Gerakan Pangan Murah ala Kapolri Genjot Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan
Selain itu, Kapolri juga meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) menggandeng Perum Bulog.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggenjot pembangunan 18 gudang Polri di 12 Provinsi. Hal tersebut menjadi upaya penguatan ekosistem ketahanan pangan nasional melalui dukungan infrastruktur logistik yang terintegrasi.
Salah satu gudang sempat diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. "Dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim, pada siang hari ini Kamis, 5 Juni 2025, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan Gudang dan Dryer Jagung PT Pangan Merah Putih," ujar Presiden Prabowo saat peresmian Gudang dan Dryer Jagung PT Pangan Merah Putih di Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu.
Selain itu, Kapolri juga meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) menggandeng Perum Bulog. Gerakan ini guna memberikan sembako murah agar bisa membantu masyarakat di tengah lonjakan harga.
Gerakan Pangan Murah (GPM) dilakukan serentak oleh polda jajaran.
Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, menilai aksi Polri tersebut mampu menggenjot penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) ke seluruh Indonesia.
"Program gerakan pangan murah Polri justru menjadi akselerator yang mempercepat target penyaluran SPHP kepada masyarakat," ujarnya melalui keterangannya, Senin (24/11).
Legislator Fraksi Partai NasDem itu menilai program yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah berjalan efektif dan memberi dampak positif bagi masyarakat di berbagai daerah.
Distribusikan 153.000 Ton Beras SPHP
Ia mencatat bahwa gerakan pangan murah mampu mendistribusikan 153.000 ton beras SPHP dalam waktu kurang dari tiga bulan. Dari total 662 ribu ton beras SPHP yang disalurkan pada periode Agustus–November 2025, Polri berkontribusi sebesar 153.968 ton.
"Polri mampu menyalurkan 153.968 ton dalam tempo 112 hari secara cepat dan efektif," tambahnya.
"Usaha Kapolri melibatkan anggotanya dalam swasembada pangan tidak sia-sia. Dalam sembilan bulan, Polri mampu menghasilkan 2,84 juta ton jagung pipil," kata Rajiv.
Bangun Belasan Gudang Ketahanan Pangan
Di samping itu, Rajiv juga menyoroti pembangunan 18 gudang ketahanan pangan di 12 Polda sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program Presiden Prabowo Subianto.
"Saya melihat Polri memberi perhatian khusus pada program swasembada yang menjadi visi Presiden Prabowo," ujarnya.