Bulog Cirebon Optimalkan Serapan Gabah Petani, Capai 159 Ribu Ton Hingga April 2026
Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon berhasil mengoptimalkan serapan gabah petani hingga 159.047 ton per April 2026, memperkuat cadangan pangan nasional dan menjamin ketersediaan beras di wilayah Cimajakuning.
Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Jawa Barat, telah mencatat serapan gabah petani yang signifikan hingga 25 April 2026. Total gabah yang berhasil diserap mencapai sekitar 159.047 ton dari wilayah Cirebon, Majalengka, dan Kuningan (Cimajakuning). Pencapaian ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.
Imam Mahdi, Pemimpin Cabang Bulog Cirebon, menyatakan bahwa realisasi serapan ini mengindikasikan optimalnya penyerapan hasil panen petani. Hal ini dilakukan untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah. Upaya ini merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah musim panen.
Bulog secara aktif membeli gabah langsung dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Harga ini sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Langkah ini tidak hanya menguntungkan petani tetapi juga memastikan kualitas gabah yang diserap.
Strategi Bulog dalam Penyerapan Gabah
Bulog Cirebon menerapkan strategi pembelian langsung dari petani untuk memastikan gabah terserap dengan baik. Metode ini memungkinkan petani menjual hasil panen mereka tanpa melalui perantara, sehingga mendapatkan harga yang stabil dan sesuai. Harga Rp6.500 per kilogram menjadi acuan yang menguntungkan bagi para petani di Cimajakuning.
Gabah yang telah diserap kemudian menjalani proses pengolahan menjadi beras di fasilitas Bulog. Beras hasil olahan ini memiliki peran krusial dalam mendukung berbagai program pemerintah. Program tersebut meliputi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat, serta penanganan bencana alam yang membutuhkan pasokan logistik cepat.
Optimalisasi penyerapan gabah ini secara langsung berkontribusi pada penguatan cadangan pangan nasional. Dengan stok yang memadai, pemerintah dapat lebih sigap dalam merespons fluktuasi harga dan ketersediaan di pasar. Ini juga menjadi jaminan bagi masyarakat terkait pasokan bahan pokok.
Dampak Serapan Tinggi dan Ketersediaan Pangan
Tingginya volume serapan gabah oleh Bulog Cirebon berdampak pada kapasitas penyimpanan gudang yang hampir penuh. Untuk mengatasi hal ini, Bulog terpaksa menyewa gudang tambahan di beberapa lokasi strategis. Langkah ini menunjukkan keseriusan Bulog dalam menampung hasil panen petani dan menjaga ketersediaan stok.
Serapan gabah yang masif ini turut menopang ketersediaan stok beras di wilayah Cimajakuning yang saat ini mencapai 158.703 ton. Jumlah ini tergolong aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat setempat. Stok beras telah tersebar merata di Kota dan Kabupaten Cirebon, Majalengka, hingga Kuningan.
Secara nasional, stok beras Bulog telah mencapai angka 5 juta ton, sebuah capaian tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Angka ini menegaskan posisi Bulog sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras karena stok melimpah dan siap disalurkan.
Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan
Capaian signifikan dalam serapan gabah ini merupakan hasil dari kolaborasi erat antara berbagai pihak. Petani sebagai produsen utama, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran penting. Sinergi ini menciptakan ekosistem yang mendukung produksi dan distribusi pangan yang efisien.
Imam Mahdi menekankan bahwa kerja sama yang terjalin baik ini menjadi kunci utama keberhasilan. Tanpa dukungan dari petani yang gigih dan koordinasi dari pemerintah daerah, target serapan tidak akan tercapai. Kolaborasi ini juga mencerminkan upaya bersama dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
Peran aktif semua pihak dalam menjaga ketahanan pangan sangat krusial bagi stabilitas ekonomi dan sosial. Dengan adanya kolaborasi yang kuat, Indonesia dapat memastikan pasokan pangan yang berkelanjutan. Hal ini penting untuk kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah.
Sumber: AntaraNews