1.040 Warga Seririt Buleleng Ikuti Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Tingkatkan Mitigasi
Ribuan warga Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, ikuti simulasi kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan respons cepat masyarakat terhadap potensi bencana di wilayah tersebut.
Sebanyak 1.040 warga di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, baru-baru ini mengikuti simulasi kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam maupun non-alam.
Simulasi ini melibatkan penduduk dari delapan desa dan kelurahan, yakni Desa Pengastulan, Patemon, Bubunan, Sulanyah, Ularan, Ringdikit, Lokapaksa, serta Kelurahan Seririt. “Peserta yang terlibat berasal dari delapan desa dan kelurahan di Kecamatan Seririt,” kata Perwakilan LPBI NU Affan Asirozi di Lapangan Umum Kecamatan Seririt, Buleleng. Inisiatif ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi peserta.
Affan Asirozi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran langsung bagi masyarakat. Ini untuk memahami langkah-langkah mitigasi serta respons cepat saat menghadapi potensi bencana. Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci sukses acara ini.
Edukasi dan Peningkatan Kapasitas Warga Seririt
Simulasi kesiapsiagaan bencana ini dirancang sebagai ruang edukasi langsung bagi masyarakat. Peserta diajak untuk memahami secara praktis langkah-langkah mitigasi dan respons cepat. Hal ini krusial saat dihadapkan pada potensi bencana yang mungkin terjadi.
Affan Asirozi dari LPBI NU menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini. Ia menyatakan, “Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan terhadap bencana. Ke depan, bukan hanya bencana alam, namun juga bencana non-alam, bencana nasional, hingga kerentanan sosial yang perlu kita antisipasi bersama.”
Melalui partisipasi aktif, warga Seririt diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mereka. Pemahaman yang lebih baik akan membantu membangun ketangguhan komunitas. Ini penting di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika sosial yang terus berkembang.
Kolaborasi Multisektoral untuk Mitigasi Bencana
Kegiatan simulasi kesiapsiagaan bencana ini merupakan hasil kolaborasi erat berbagai pihak. LPBI NU bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Buleleng juga turut mendukung penuh inisiatif ini.
Kedutaan Besar Australia turut menjadi bagian dari kolaborasi penting ini. Keterlibatan berbagai unsur menunjukkan komitmen bersama. Tujuannya adalah menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dan siap siaga.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menekankan relevansi kesiapsiagaan. Ia menyoroti pentingnya menyesuaikan upaya ini dengan kondisi geografis wilayah. “Tentunya terjadinya suatu bencana tidak pernah kita harapkan,” ungkapnya.
Potensi Bencana dan Harapan Ketangguhan di Buleleng
Berdasarkan Peraturan Bupati Buleleng Nomor 59 Tahun 2022 tentang Kajian Risiko Bencana Kabupaten Buleleng Tahun 2022-2026, Kabupaten Buleleng memiliki sembilan potensi bencana. Ini termasuk gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Potensi lainnya adalah abrasi, cuaca ekstrem, kebakaran hutan, serta banjir bandang, belum lagi termasuk potensi bencana sosial.
Gede Supriatna menambahkan, “Oleh karena itu, peningkatan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat di daerah rawan bencana sangat penting dilakukan. Semoga kita semakin bertumbuh dan tangguh dalam kesiapan menghadapi bencana.” Ini adalah upaya proaktif untuk meminimalisir dampak buruk.
Satya Dharma Arta, seorang peserta dari Desa Sulanyah, menyampaikan apresiasinya. Ia merasa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, ke depan masyarakat semakin mawas diri, serta peran pemerintah, akademisi, hingga lembaga-lembaga terkait dapat terus berkolaborasi secara utuh dan kuat,” tuturnya.
Melalui kegiatan simulasi kesiapsiagaan bencana tersebut, diharapkan masyarakat Kecamatan Seririt semakin memiliki kesadaran. Pengetahuan dan kesiapan warga akan terus meningkat. Ini demi membangun ketangguhan kolektif dalam menghadapi berbagai ancaman.
Sumber: AntaraNews