Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengambil langkah progresif dalam upaya mitigasi bencana dengan memperkenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada para siswa sekolah. Inisiatif ini bertujuan untuk mentransformasi edukasi kebencanaan menjadi lebih adaptif dan mudah dipahami oleh anak-anak. Penggunaan VR diharapkan dapat memberikan pengalaman simulasi bencana yang realistis namun aman, sehingga siswa dapat belajar tanpa rasa takut.
Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian integral dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Edukasi kebencanaan tidak lagi cukup hanya dengan teori semata, melainkan memerlukan pengalaman langsung. Melalui simulasi VR, siswa dapat merasakan bagaimana bersikap saat terjadi gempa, banjir, atau kebakaran, mempersiapkan mereka untuk bertindak tepat di situasi nyata.
Program ini merupakan bagian dari Inovasi Salama, sebuah inisiatif BPBD Kota Makassar yang berfokus pada kesadaran dan kesiapsiagaan untuk menyelamatkan Makassar. Inovasi Salama, yang juga dikenal sebagai Sahabat Anak Afirmasi Aman Bencana, diimplementasikan melalui beragam aktivitas, termasuk edukasi kebencanaan pada usia dini di lingkungan sekolah.
Advertisement
Advertisement
Transformasi Edukasi Kebencanaan Melalui Teknologi VR
Pengenalan teknologi Virtual Reality (VR) oleh BPBD Kota Makassar menandai era baru dalam edukasi kebencanaan. Fadli Tahar menekankan bahwa VR memungkinkan siswa merasakan simulasi bencana secara langsung, seperti gempa bumi, banjir, atau kebakaran, dalam lingkungan yang terkontrol. Pendekatan ini mengatasi keterbatasan metode pengajaran tradisional yang seringkali hanya mengandalkan teori.
Dengan VR, anak-anak dapat mengalami skenario bencana tanpa harus menghadapi risiko fisik, sehingga mereka dapat belajar bagaimana merespons dengan tenang dan efektif. Pengalaman imersif ini membantu siswa memahami karakteristik dan penanganan yang berbeda untuk setiap jenis bencana. Harapannya, ketika bencana benar-benar terjadi, mereka tidak akan panik dan mampu mengambil tindakan yang tepat untuk menyelamatkan diri.
Inovasi ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman mendalam tentang mitigasi bencana sejak usia dini. Pembelajaran yang interaktif dan menarik melalui VR diharapkan dapat meningkatkan retensi informasi dan kesadaran siswa. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi keselamatan warga Kota Makassar, membentuk generasi yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan bencana di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Salama: Membangun Generasi Tangguh Bencana
Inovasi Salama adalah program unggulan BPBD Kota Makassar yang secara aktif memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Program ini dirancang dengan pendekatan edukatif dan interaktif, memastikan materi kebencanaan mudah diserap oleh anak-anak usia sekolah dasar. Melalui Inovasi Salama, BPBD Kota Makassar berupaya membangun budaya sadar bencana sejak dini.
Fadli Tahar menegaskan bahwa edukasi kebencanaan sejak dini merupakan investasi krusial untuk keselamatan warga. Anak-anak saat ini adalah generasi penyelamat di masa depan. Jika mereka memahami mitigasi bencana sejak sekarang, budaya sadar dan siaga bencana akan tumbuh kuat di Kota Makassar.
Dengan memadukan Inovasi Salama dan pemanfaatan teknologi VR, BPBD Kota Makassar berharap kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana tidak hanya dipahami oleh orang dewasa. Program ini menargetkan agar nilai-nilai kesiapsiagaan tertanam kuat sejak usia sekolah, demi terwujudnya Makassar yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Advertisement
Sumber: AntaraNews