BPBD Biak Bekali Warga Hadapi Kesiapsiagaan Bencana Cuaca Ekstrem, Antisipasi Dampak Tak Terduga
BPBD Kabupaten Biak Numfor membekali warga dengan pelatihan kesiapsiagaan bencana cuaca ekstrem. Inisiatif ini bertujuan mengurangi risiko dan meningkatkan respons cepat masyarakat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Biak Numfor, Papua, secara proaktif membekali warga dengan keterampilan kesiapsiagaan. Langkah ini diambil untuk mitigasi risiko bencana yang diakibatkan oleh dampak keadaan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan praktis dalam menghadapi situasi darurat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi dampak buruk dari perubahan cuaca yang tak menentu di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Biak Numfor, Lot Jensenem, menegaskan pentingnya inisiatif ini dalam mempersiapkan komunitas. Kegiatan tersebut berlangsung setelah penutupan pelatihan kesiapsiagaan menangani bencana di Biak pada Kamis (27/11).
Pentingnya Edukasi dan Pelatihan Mitigasi Bencana
Lot Jensenem menekankan bahwa warga Biak Numfor perlu dibekali pengetahuan kesiapsiagaan yang memadai. Pelatihan ini krusial untuk menghadapi kejadian perubahan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi dan berpotensi menimbulkan kerugian.
“Masyarakat Biak Numfor harus mendapatkan pengetahuan dan pelatihan praktis dalam mengatasi bencana di lingkungan mengantisipasi dampak cuaca ekstrem,” kata Lot Jensenem. Ia juga berharap BPBD dapat melatih ketrampilan relawan kesiapsiagaan bencana dengan reaksi cepat.
Kesiapsiagaan bencana untuk perubahan cuaca ekstrem perlu dilakukan sejak dini mengingat musibah yang tidak direncanakan bisa saja terjadi setiap waktu dan di mana saja. Sebanyak 60 warga Biak Numfor telah mengikuti pelatihan kesiapsiagaan terhadap bencana yang diselenggarakan BPBD Biak Numfor.
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Kesiapsiagaan
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan bencana dari masyarakat, BPBD tidak bekerja sendiri dalam upaya mitigasi. Mereka berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat respons.
Mitra BPBD termasuk Basarnas, PSC 119, serta satuan TNI/Polri. Kolaborasi ini dilakukan melalui simulasi untuk mengantisipasi musibah dan memperkuat kapasitas kebencanaan di wilayah tersebut.
“Untuk antisipasi kejadian bencana pihak BPBD telah melakukan piket petugas siaga bencana,” ujar Lot. Langkah ini memastikan bahwa ada respons cepat dan terkoordinasi jika terjadi insiden bencana alam.
Peran Masyarakat dan Aparatur dalam Penanggulangan Bencana
Pelaksana Harian Sekda Biak Numfor, Semuel Rumakeuw, mengakui dan mengapresiasi pelatihan kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang dilakukan BPBD. Ia menyoroti keterlibatan personel kampung/kelurahan tangguh bencana.
Personel tersebut telah direkrut dari anak orang asli Papua, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melibatkan elemen lokal. Ini penting untuk memastikan keberlanjutan program kesiapsiagaan.
Semuel meminta jajaran BPBD Biak Numfor untuk senantiasa melakukan edukasi dan mitigasi siaga bencana alam secara berkelanjutan. “ASN BPBD Biak Numfor diharapkan menjadi corong pemerintah dalam upaya melakukan mitigasi bencana guna mengurangi risiko bencana,” katanya.
Sumber: AntaraNews