Perkuat Ketersediaan Rupiah, Kas Keliling BI Papua Sasar Wilayah 3T
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua terus mengoptimalkan program Kas Keliling BI Papua untuk memastikan uang rupiah layak edar tersedia di daerah 3T, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya merawat rupiah.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua secara konsisten memperkuat ketersediaan uang rupiah yang layak edar hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Program Kas Keliling Luar Kota (KKLK) menjadi inisiatif strategis untuk memastikan kebutuhan uang tunai masyarakat tetap terpenuhi, terutama di daerah yang sulit dijangkau layanan perbankan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada distribusi uang layak edar (ULE). Namun, juga disertai edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya merawat rupiah melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Sepanjang Maret 2026, sejumlah kegiatan kas keliling telah dilaksanakan di berbagai wilayah. Di antaranya termasuk Distrik Senggi di Kabupaten Keerom, Distrik Supiori Selatan, serta wilayah pegunungan di Kabupaten Paniai, Deiyai, dan Dogiyai.
Optimalisasi Distribusi Uang Layak Edar di Wilayah Terpencil
Program Kas Keliling Luar Kota (KKLK) yang digalakkan oleh Bank Indonesia Provinsi Papua memiliki peran vital dalam menjamin akses masyarakat terhadap uang rupiah layak edar. Kegiatan ini secara khusus menyasar daerah-daerah 3T yang seringkali memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas perbankan konvensional.
Distribusi uang tunai melalui KKLK menjadi solusi efektif untuk memastikan perputaran uang tetap lancar di wilayah tersebut. Warsono menjelaskan bahwa upaya ini sangat penting mengingat kondisi geografis Papua yang menantang. Kondisi ini membuat uang beredar lebih lama dan rentan mengalami kerusakan fisik.
Melalui intensifikasi kas keliling, BI Papua berupaya mengatasi tantangan tersebut. Langkah ini juga memastikan bahwa masyarakat di pelosok mendapatkan uang tunai yang berkualitas baik untuk mendukung transaksi sehari-hari mereka.
Edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah untuk Masyarakat
Selain fungsi distribusi, kegiatan kas keliling juga menjadi platform edukasi yang efektif bagi masyarakat. Bank Indonesia Provinsi Papua secara aktif menyosialisasikan program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada warga di daerah yang dikunjungi.
Edukasi ini mencakup cara-cara merawat uang rupiah dengan baik dan benar. Masyarakat diajak untuk menerapkan prinsip 5 Jangan, yaitu tidak dilipat, tidak dicoret, tidak diremas, tidak distapler, dan tidak dibasahi. Hal ini bertujuan agar uang rupiah dapat bertahan lebih lama dan tetap layak edar.
Warsono menegaskan bahwa melalui edukasi ini, BI Papua ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan uang yang layak edar. Namun, mereka juga memahami peran penting rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dan simbol kedaulatan negara, sehingga kepercayaan terhadap mata uang nasional tetap terjaga.
Sinergi dan Komitmen untuk Kedaulatan Rupiah
Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Papua berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan kas keliling. Langkah ini akan dilakukan melalui sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah dan perbankan setempat. Tujuannya adalah memastikan rupiah hadir di seluruh pelosok Papua, termasuk wilayah 3T yang paling terpencil.
Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu mendukung kelancaran transaksi ekonomi masyarakat. Dengan demikian, aktivitas ekonomi lokal dapat berjalan tanpa hambatan akibat keterbatasan akses uang tunai.
Pada akhirnya, inisiatif ini juga bertujuan untuk menjaga kepercayaan terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. BI Papua akan terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik demi stabilitas ekonomi regional.
Sumber: AntaraNews