Takziah ke Rumah Jemaah Maros yang Wafat di Tanah Suci, Menhaj: Bentuk Penghormatan Terakhir

Gus Irfan mengaku telah menginstruksikan seluruh kepala kantor haji untuk menyampaikan takziah kepada keluarga jemaah yang meninggal di Tanah Suci.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Takziah ke Rumah Jemaah Maros yang Wafat di Tanah Suci, Menhaj: Bentuk Penghormatan Terakhir
Takziah ke Rumah Jemaah Maros yang Wafat di Tanah Suci, Menhaj: Bentuk Penghormatan Terakhir (Merdeka.com)

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf melakukan takziah ke rumah jemaah haji kelompok terbang (kloter) 20 asal Kabupaten Maros, Sangkala. Sebelumnya, Sangkala Manrulu Tonga (72) meninggal dunia akibat mengalami Cadiogenic Shock di hotel di Mekkah usai menjalankan proses ibadah haji pada Sabtu (6/6).

Dalam takziah tersebut, Gus Irfan didampingi Bupati Maros Chaidir Syam, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sulsel Ikbal Ismail. Gus Irfan menyampaikan duka cita kepada keluarga Sangkala Manrulu Tonga di Desa Bori Kamase, Kecamatan Maros Baru.

"Kehadiran kami sebagai wakil pemerintah ke keluarga jemaah haji yang meninggal dunia sebagai bentuk penghormatan. Ini sekaligus tanggung jawab moral negara kepada para tamu Allah yang wafat saat menjalankan ibadah haji," ujarnya kepada wartawan, Minggu (14/6/2026).

Gus Irfan mengaku telah menginstruksikan seluruh kepala kantor haji untuk menyampaikan takziah kepada keluarga jemaah yang meninggal di Tanah Suci.

"Saya sudah perintahkan seluruh Kanwil dan kantor haji di daerah untuk datang takziah ke rumah keluarga jemaah haji yang meninggal dunia," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gus Irfan juga menyampaikan perkembangan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi mencapai sekitar 290 orang.

Meski jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan musim haji tahun lalu, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan karena tren kematian dalam beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan.

“Kami tetap waspada karena dalam beberapa hari terakhir angkanya mengalami kenaikan,” tegasnya.

Pemerintah, kata dia, terus memantau kondisi kesehatan jemaah yang masih berada di Arab Saudi. Seluruh petugas kesehatan dan petugas haji telah diminta memperketat pengawasan, terutama di tengah cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah.

Suhu udara yang mencapai sekitar 45 derajat Celsius dinilai berpotensi memicu gangguan kesehatan, khususnya bagi jemaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta.

“Jemaah harus terus dipantau dan dijaga kesehatannya,” katanya.

Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air terus berjalan. Hingga saat ini, hampir separuh jemaah haji Indonesia telah kembali ke Indonesia, sedangkan sisanya akan dipulangkan secara bertahap sesuai jadwal.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros Ahmad Ihyadin mengungkapkan almarhum Sangkala memiliki riwayat gangguan paru-paru sebelum berangkat ke Tanah Suci.

"Kondisi kesehatan almarhum disebut telah menjadi perhatian sejak dalam perjalanan menuju Arab Saudi. Bahkan, dua hari sebelum meninggal dunia, kesehatannya sempat menurun dan mengalami penurunan nafsu makan," kata Ahmad.

Meski demikian, almarhum tetap mendapat dukungan dan semangat dari rombongan karena dijadwalkan kembali ke Maros pada 15 Juni 2026.

“Dua hari terakhir sebelum meninggal, beliau mengeluhkan berkurangnya nafsu makan. Kami terus memberikan semangat karena jadwal kepulangannya sudah dekat,” katanya.

Rekomendasi