Wow! Transaksi QRIS Festival Kopi Papua 2025 Tembus Rp726 Juta dalam Tiga Hari
Kantor Perwakilan BI Papua mencatat transaksi QRIS Festival Kopi Papua 2025 mencapai Rp726 juta, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap pembayaran digital.
Festival Kopi Papua (Feskop) 2025 yang diselenggarakan di Jayapura, Papua, berhasil mencatatkan capaian signifikan dalam penggunaan sistem pembayaran digital. Selama tiga hari pelaksanaannya, dari tanggal 20 hingga 22 September 2025, tercatat hampir 13 ribu transaksi menggunakan QRIS. Angka ini menunjukkan peningkatan adopsi teknologi pembayaran di wilayah tersebut.
Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengumumkan bahwa total nilai transaksi QRIS selama Feskop 2025 mencapai Rp726 juta. Kepala KPw BI Papua, Faturachman, menyatakan bahwa capaian ini merupakan bukti nyata langkah maju menuju ekosistem pembayaran digital yang lebih inklusif di Papua. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperluas digitalisasi sistem pembayaran.
Antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan QRIS sebagai metode pembayaran sangat terlihat jelas dari data yang ada. Keberhasilan ini tidak hanya memperkuat posisi pembayaran digital, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Festival ini menjadi platform penting untuk memperkenalkan kemudahan transaksi non-tunai kepada khalayak luas.
Capaian Gemilang Transaksi QRIS di Festival Kopi Papua
Penyelenggaraan Festival Kopi Papua 2025 menjadi sorotan utama berkat rekor transaksi digital yang tercipta. Dalam kurun waktu tiga hari, sistem pembayaran QRIS digunakan dalam hampir 13.000 transaksi. Total nilai transaksi yang berhasil dicapai adalah Rp726 juta, sebuah angka yang mengesankan untuk acara regional.
Faturachman, Kepala Kantor Perwakilan BI Papua, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah indikator kuat. "Angka ini menunjukkan antusias masyarakat dalam memanfaatkan QRIS sebagai metode pembayaran, sejalan dengan upaya memperluas digitalisasi sistem pembayaran di Papua," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen BI dalam mendorong inklusi keuangan digital.
Data transaksi QRIS Festival Kopi Papua ini memberikan gambaran positif. Ini mencerminkan kesiapan masyarakat Papua untuk beradaptasi dengan inovasi pembayaran. Ekosistem pembayaran digital terus berkembang, memberikan kemudahan dan efisiensi bagi pelaku usaha dan konsumen.
Dampak Ekonomi dan Potensi UMKM Papua
Selain sukses dalam transaksi digital, Feskop 2025 juga berperan penting dalam memajukan sektor UMKM. Pihak penyelenggara menghadirkan sesi "business matching" yang mempertemukan UMKM dengan perbankan. Inisiatif ini bertujuan untuk membuka akses permodalan dan jaringan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Dari sesi business matching tersebut, tercatat penandatanganan Letter of Intent (LoI) senilai Rp11,85 miliar. Angka ini menunjukkan potensi besar UMKM Papua untuk berkembang dan naik kelas. Kolaborasi antara UMKM dan perbankan diharapkan dapat memperkuat kontribusi mereka terhadap perekonomian daerah secara signifikan.
Faturachman menjelaskan bahwa tingginya capaian ini membuktikan potensi besar UMKM Papua untuk naik kelas. Hal ini juga memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian daerah. Kesuksesan ini sejalan dengan tema Feskop Papua, yakni "Dari Gunung, Lembah, Pantai, hingga Pasar Global". Tema ini merefleksikan kopi sebagai komoditas pemersatu masyarakat Papua dari berbagai wilayah dan budaya.
Kopi Papua: Aset Strategis Nasional dan Internasional
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Suzana Wanggai, menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan penyelenggaraan Feskop 2025. Menurutnya, festival ini telah membuktikan bahwa kopi Papua memiliki kualitas yang mampu bersaing. Kopi Papua kini dapat berbicara di panggung nasional dan internasional, menunjukkan potensi ekspor yang besar.
"Festival ini membuktikan kopi Papua mampu berbicara di panggung nasional dan internasional," kata Suzana Wanggai. Kesuksesan penutupan Feskop tahun ini mencerminkan semakin kuatnya kesadaran. Kopi Papua adalah aset strategis yang patut dikembangkan lebih lanjut oleh semua pihak.
Feskop 2025 ditutup secara resmi pada Senin, 22 September 2025, setelah berlangsung selama tiga hari di Kota Jayapura. Acara ini tidak hanya merayakan kekayaan kopi Papua, tetapi juga menjadi momentum penting. Ini untuk mendorong digitalisasi ekonomi dan pemberdayaan UMKM di wilayah tersebut.
Sumber: AntaraNews