BI Sulut Catat 8.396 Transaksi QRIS pada Paskah Nasional 2026 di Manado, Dorong Ekonomi Digital

Bank Indonesia Sulawesi Utara mencatat 8.396 transaksi QRIS selama puncak Paskah Nasional 2026 di Manado, menandai percepatan ekonomi digital dan pemberdayaan UMKM di wilayah tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BI Sulut Catat 8.396 Transaksi QRIS pada Paskah Nasional 2026 di Manado, Dorong Ekonomi Digital
Bank Indonesia Sulawesi Utara mencatat 8.396 transaksi QRIS selama puncak Paskah Nasional 2026 di Manado, menandai percepatan ekonomi digital dan pemberdayaan UMKM di wilayah tersebut. (AntaraNews)

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara mencatat lonjakan transaksi digital yang signifikan. Sebanyak 8.396 transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terjadi di Kota Manado. Angka ini tercatat pada puncak perayaan Paskah Nasional 2026, tanggal 8 April 2026.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan momentum penting. "Sebanyak 8.396 transaksi QRIS tercipta hanya dalam satu hari puncak perayaan Paskah Nasional 2026 pada 8 April 2026, ini momentum percepatan ekonomi digital di Sulut," kata Joko Supratikto di Manado, Jumat. Acara keagamaan tersebut dihadiri oleh sekitar 25 ribu hingga 30 ribu jemaat.

BI Sulut berkontribusi nyata dalam perhelatan ini dengan menggerakkan UMKM. Selain itu, mereka juga mendorong transaksi digital dan memperluas literasi publik. Kontribusi tersebut langsung menyentuh masyarakat luas.

BI Sulut mengambil peran aktif sebagai penggerak aktivitas ekonomi daerah. Mereka menghadirkan 15 UMKM binaan dalam sebuah pameran khusus. Produk kuliner dan kreatif UMKM tersebut menjadi bagian dari pengalaman kolektif masyarakat.

Inovasi menarik yang diperkenalkan adalah program Scan QRIS Rp26. Melalui program ini, masyarakat cukup bertransaksi digital senilai Rp26. Mereka kemudian akan memperoleh voucher belanja produk UMKM sebesar Rp20.000. Program ini dirancang untuk inklusif dan mudah diakses semua kalangan.

Joko Supratikto menegaskan bahwa keterlibatan BI bukan sekadar partisipasi seremonial. Ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat ekonomi daerah. “Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk lebih dikenal masyarakat sekaligus mendorong konsumsi lokal," ujarnya.

Ia menambahkan, "Momentum Paskah Nasional 2026 menjadi ajang memperkuat kebersamaan dan semangat berbagi.” Pendekatan berbasis komunitas dipadukan dengan inovasi digital.

Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SP PUR) BI Sulut, Ircham Andrianto Taufick, menjelaskan pendekatan ini. “Melalui transaksi QRIS sebesar Rp26, masyarakat langsung merasakan manfaat transaksi digital ke produk UMKM," katanya. "Antusias yang tercermin dari 8.396 transaksi hanya dalam 1 hari ini juga menunjukkan bahwa digitalisasi sudah semakin diterima,” tambahnya.

Selain mendorong transaksi, BI Sulut juga menghadirkan ruang edukasi bank sentral. Ruang edukasi ini dikemas secara interaktif. Fasilitas perpustakaan keliling turut melengkapi inisiatif tersebut.

Inisiatif ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat tentang peran bank sentral. Hal ini juga memperkuat literasi ekonomi dan keuangan di tengah suasana perayaan. Acara ini menjadi simbol persatuan.

Tokoh nasional turut hadir dalam perayaan ini, termasuk Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo. Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin dan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus juga hadir. Kehadiran mereka menegaskan posisi acara ini sebagai momentum strategis.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi