Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku secara aktif memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu sumber utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Maluku Manggurebe ke-5 yang berlangsung meriah di Taman Pattimura Ambon. Acara strategis ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 2 hingga 4 Oktober 2025.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P Gozali, menyatakan bahwa festival ini merupakan program regional tahunan BI yang vital. Tujuannya adalah mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan UMKM, industri kreatif, sektor pariwisata, serta akselerasi digitalisasi sistem pembayaran di seluruh wilayah Maluku. Pembukaan festival ini mengusung tema "Sinergi dan Kolaborasi Membangun Kreativitas untuk Pertumbuhan Ekonomi Maluku yang Inklusif."
Melalui inisiatif ini, BI Maluku berkomitmen penuh untuk mendorong peningkatan kinerja UMKM di daerah. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi baik di tingkat Maluku maupun secara nasional, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Strategi BI dalam Pengembangan Ekonomi Daerah
Bank Indonesia senantiasa menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi Maluku dan nasional. Festival Maluku Manggurebe ke-5 menjadi salah satu wujud nyata dari strategi tersebut, yang dirancang untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada UMKM tetapi juga merangkul sektor industri kreatif dan pariwisata.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P Gozali, menjelaskan bahwa festival ini merupakan "program strategis regional tahunan BI sebagai bagian dari strategi mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan UMKM, industri kreatif, pariwisata, serta digitalisasi sistem pembayaran di daerah." Pernyataan ini disampaikan saat pembukaan festival di Taman Pattimura Ambon, menegaskan arah kebijakan BI dalam penguatan UMKM.
Pengembangan UMKM menjadi prioritas utama karena sektor ini terbukti tangguh dan mampu menciptakan lapangan kerja serta mendistribusikan pendapatan. Dengan memperkuat UMKM, BI Maluku berharap dapat menciptakan fondasi ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan, mengurangi kesenjangan ekonomi di berbagai lapisan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Dorong Daya Saing UMKM dan Industri Kreatif
Festival Maluku Manggurebe ke-5 menampilkan kurasi dan pameran produk dari 58 UMKM unggulan yang beragam. Peserta UMKM ini berasal dari berbagai sektor, meliputi makanan, minuman, wastra, ready to wear, hingga produk kerajinan tangan khas Maluku. Kehadiran Dekranasda Provinsi dan tujuh Dekranasda kabupaten/kota turut memperkaya pameran dengan produk-produk unggulan daerah.
Selain pameran, BI Maluku juga menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif untuk meningkatkan literasi masyarakat dan menggali potensi kreativitas. Rangkaian talkshow ekonomi dan berbagai kegiatan lomba dirancang untuk memberikan wawasan baru serta memotivasi masyarakat agar lebih inovatif. Ini menjadi bagian penting dalam upaya penguatan UMKM di Maluku.
Kolaborasi dengan Dekranasda menunjukkan sinergi yang kuat antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam mempromosikan produk lokal. Dukungan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar UMKM Maluku, baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga meningkatkan daya saing produk-produk tersebut.
Advertisement
Advertisement
Digitalisasi Pembayaran dan Pengendalian Inflasi
Dalam upaya perluasan digitalisasi sistem pembayaran, khususnya melalui akseptasi QRIS, BI Maluku menggelar QRIS Splash Run pada 4 Oktober 2025. Acara ini bertujuan untuk mendorong peningkatan volume transaksi QRIS oleh masyarakat, UMKM, dan pelaku pariwisata. Inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan ekosistem pembayaran non-tunai yang efisien.
Data menunjukkan bahwa hingga Semester I 2025, jumlah merchant QRIS di Maluku telah mencapai 97,2 ribu, dengan jumlah pengguna sekitar 153,3 ribu. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp661 miliar. "Dengan capaian tersebut, perluasan QRIS di Maluku diharapkan dapat semakin mendukung kemajuan UMKM dan pariwisata di Bumi Negeri Raja-Raja," ungkap Deputi Gubernur BI.
Selain itu, untuk mendukung program pengendalian inflasi di daerah, Festival Maluku Manggurebe juga menyelenggarakan gerakan pasar murah. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku dan Bulog, menyediakan berbagai komoditas pangan strategis dengan harga terjangkau. Sinergi dengan pemangku kepentingan lain seperti OJK, Kementerian Keuangan, dan perbankan juga turut memperkuat layanan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Sinergi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Melalui Festival Maluku Manggurebe, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Maluku dan instansi terkait terus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing UMKM serta mendorong replikasi praktik terbaik secara lebih luas di seluruh wilayah. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak untuk mencapai dampak maksimal bagi ekonomi inklusif.
Deputi Gubernur BI berharap sinergi ini "mampu memberikan manfaat yang nyata serta dampak yang berkelanjutan dan inklusif bagi promosi dan pengembangan produk UMKM serta industri kreatif Maluku sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Maluku." Pernyataan ini menggarisbawahi visi jangka panjang dari upaya penguatan UMKM yang dilakukan.
Kehadiran tokoh penting seperti Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, serta Forkopimda dan pemangku kepentingan terkait lainnya, menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Dukungan lintas sektor ini krusial untuk memastikan keberlanjutan program dan dampak positif bagi perekonomian Maluku.
Advertisement
Sumber: AntaraNews