Livin Fest 2025 Dorong Akselerasi UMKM Papua Menuju Ekonomi Digital
Livin Fest 2025 di Jayapura menjadi katalis penting bagi UMKM Papua untuk bertransformasi ke ekonomi digital, memperkuat kolaborasi pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha lokal.
Gubernur Papua Mathius Fakhiri secara resmi membuka Livin Fest 2025 di GOR Cenderawasih, Kota Jayapura, pada Kamis (27/11). Acara ini digagas untuk menjadi pendorong utama percepatan transformasi UMKM Papua menuju ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif. Inisiatif ini menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah daerah, sektor perbankan, serta seluruh pelaku usaha lokal.
Livin Fest 2025 berlangsung mulai tanggal 27 hingga 30 November 2025, menghadirkan lebih dari 103 tenant dari berbagai kategori. Festival ini bertujuan memperluas akses pasar bagi produk-produk UMKM melalui transaksi non-tunai dan pemanfaatan beragam layanan digital perbankan. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan daya saing dan produktivitas UMKM di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan teknologi.
Mathius Fakhiri menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Bank Mandiri atas penyelenggaraan acara ini yang selaras dengan agenda pembangunan Papua. Pembangunan tersebut menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi utama untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat. Digitalisasi menjadi kunci bagi UMKM lokal agar mampu bersaing secara efektif di pasar yang terus berkembang.
Peran Livin Fest 2025 dalam Digitalisasi UMKM Papua
Gubernur Papua Mathius Fakhiri menegaskan bahwa Livin Fest 2025 merupakan ruang krusial untuk mendorong percepatan transformasi UMKM Papua menuju ekonomi digital. "Pada kegiatan tersebut menghadirkan pelaku UMKM lokal sehingga ini sangat bagus untuk memperluas akses pasar melalui transaksi non tunai serta memanfaatkan berbagai layanan digital yang ditawarkan perbankan," ujarnya saat pembukaan.
Pemerintah Provinsi Papua sangat mengapresiasi inisiatif Bank Mandiri ini karena sejalan dengan visi pembangunan daerah. Visi tersebut menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai pilar utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Digitalisasi dianggap sebagai solusi kunci bagi UMKM Papua untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas di era modern.
Fakhiri juga menyoroti pentingnya pemberdayaan UMKM lokal, termasuk "mama-mama Papua" yang berdagang di pinggiran kota, agar mendapatkan pendampingan. Akses pembiayaan juga menjadi fokus untuk membantu mereka meningkatkan skala usaha. Keterlibatan UMKM dari kampung dan distrik dalam setiap aktivitas ekonomi berskala besar di Papua diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi.
Harapan besar disematkan pada Livin Fest 2025 untuk memperkuat ekosistem ekonomi Papua secara keseluruhan. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong inovasi produk lokal dan memperluas penggunaan transaksi digital. Hal ini merupakan bagian integral dari transformasi Papua yang lebih produktif dan berdaya saing tinggi di masa depan.
Ragam Tenant dan Layanan Publik di Livin Fest 2025
Regional CEO Bank Mandiri Region XII Papua, Antonius Budi Setiawan, menjelaskan detail penyelenggaraan Livin Fest 2025. Acara ini berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 27 hingga 30 November 2025, bertempat di GOR Cenderawasih Jayapura. Festival ini dirancang untuk menjadi ajang promosi dan transaksi yang meriah bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Lebih dari 103 tenant turut memeriahkan gelaran akbar ini, menawarkan berbagai kategori produk dan layanan. Kategori tersebut meliputi kuliner, fesyen, kriya, kecantikan, hingga gaya hidup, yang semuanya menampilkan potensi UMKM Papua. Kehadiran beragam tenant ini memberikan pilihan yang luas bagi pengunjung serta memperluas jangkauan produk lokal.
Salah satu daya tarik utama adalah Zona UMKM binaan Bank Mandiri yang secara khusus menampilkan produk lokal unggulan Papua. Zona ini menjadi platform penting bagi UMKM untuk memamerkan kreativitas dan kualitas produk mereka kepada khalayak luas. Ini juga mendukung upaya peningkatan kualitas dan standar produk UMKM binaan.
Selain itu, Livin Fest 2025 juga menyediakan "Government Hub" yang mempermudah masyarakat mengakses berbagai layanan publik. Layanan tersebut mencakup pengurusan paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), perpajakan, dan layanan administrasi lainnya. Inisiatif ini menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan layanan publik dengan kegiatan ekonomi, memberikan nilai tambah bagi pengunjung.
Sumber: AntaraNews