Realisasi KUR Papua Barat Daya dan Papua Barat Tembus Rp107,89 Miliar Awal 2026

Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Papua Barat Daya dan Papua Barat mencapai Rp107,89 miliar pada Januari-Februari 2026, menunjukkan progres signifikan dalam mendukung UMKM. Simak detail penyaluran KUR yang didominasi sektor perdagangan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Realisasi KUR Papua Barat Daya dan Papua Barat Tembus Rp107,89 Miliar Awal 2026
Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Papua Barat Daya dan Papua Barat mencapai Rp107,89 miliar pada Januari-Februari 2026, menunjukkan progres signifikan dalam mendukung UMKM. Simak detail penyaluran KUR yang didominasi sektor perdagangan. (AntaraNews)

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya menunjukkan kinerja impresif pada periode Januari hingga Februari 2026. Total realisasi mencapai Rp107,89 miliar.

Dana bantuan modal usaha ini telah disalurkan kepada 1.815 debitur. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut data dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan, progres penyaluran KUR ini cukup signifikan di awal tahun. Ini memberikan harapan bagi pengembangan sektor ekonomi di wilayah tersebut.

Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II C Kantor Wilayah DJPb Papua Barat, Mulyanto Syawal, menyatakan bahwa penyaluran KUR menunjukkan progres yang positif. Realisasi sebesar Rp107,89 miliar ini disalurkan kepada 1.815 debitur.

Progres ini terjadi di awal tahun untuk debitur yang tersebar di wilayah Papua Barat maupun Papua Barat Daya. Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa program KUR efektif dalam menjangkau lebih banyak pelaku usaha di daerah.

Penyaluran KUR sebagian besar didominasi oleh sektor perdagangan. Sektor ini mencatat realisasi sebesar Rp52,60 miliar. Angka ini mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat di kedua provinsi bertumpu pada sektor distribusi dan ritel.

Selain perdagangan, sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan juga menerima alokasi signifikan. Realisasinya mencapai Rp13,57 miliar. Sektor jasa kemasyarakatan juga mendapatkan bagian sebesar Rp10,74 miliar dari total penyaluran KUR ini.

Penyaluran KUR dilakukan melalui tiga skema utama. Skema KUR mikro menjadi yang terbesar, terealisasi sebesar Rp78,34 miliar kepada 1.621 debitur.

Skema KUR kecil menyalurkan Rp28,93 miliar kepada 118 debitur. Sementara itu, skema KUR super mikro mencapai Rp0,63 miliar untuk 76 debitur.

Variasi skema ini memungkinkan program KUR menjangkau berbagai skala usaha, dari yang terkecil hingga skala kecil, sesuai dengan kebutuhan modal mereka.

Di Provinsi Papua Barat, penyaluran KUR tersebar di beberapa kabupaten/kota. Manokwari menerima Rp21,56 miliar untuk 376 debitur. Teluk Bintuni menyusul dengan Rp12,49 miliar kepada 151 debitur.

Fakfak mencatat Rp8,54 miliar untuk 199 debitur, dan Kaimana Rp6,17 miliar untuk 110 debitur. Teluk Wondama memperoleh Rp4,86 miliar (78 debitur), Manokwari Selatan Rp680 juta (8 debitur), dan Pegunungan Arfak Rp100 juta (1 debitur).

Total penyaluran KUR di Papua Barat mencapai Rp54,40 miliar kepada 923 debitur. Data ini menunjukkan jangkauan program yang luas di seluruh wilayah provinsi.

Untuk wilayah Papua Barat Daya, Kota Sorong menjadi penerima KUR terbesar. Realisasinya mencapai Rp29,19 miliar untuk 480 debitur. Kabupaten Sorong Selatan menerima Rp9,77 miliar untuk 156 debitur.

Kabupaten Sorong menyalurkan Rp9,23 miliar kepada 167 debitur. Raja Ampat mencatat Rp3,69 miliar (55 debitur), Tambrauw Rp890 juta (19 debitur), dan Maybrat Rp720 juta (15 debitur).

Secara keseluruhan, Papua Barat Daya menerima Rp53,49 miliar untuk 892 debitur. Distribusi ini menunjukkan upaya merata dalam mendukung ekonomi di setiap daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi