BI Maluku Fasilitasi Pemasaran Digital UMKM Maluku Lewat Salam Fest Moluccas Digifest

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku memfasilitasi 30 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan untuk memaksimalkan pemasaran digital UMKM Maluku dan adopsi transaksi nontunai guna memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional da

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BI Maluku Fasilitasi Pemasaran Digital UMKM Maluku Lewat Salam Fest Moluccas Digifest
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku memfasilitasi 30 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan untuk memaksimalkan pemasaran digital UMKM Maluku dan adopsi transaksi nontunai guna memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional da (AntaraNews)

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku mengambil langkah proaktif dalam mendorong kemajuan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Sebanyak 30 pelaku UMKM binaan difasilitasi untuk mengoptimalkan strategi pemasaran digital mereka. Inisiatif ini dilaksanakan melalui kegiatan Salam Fest Moluccas Digifest yang berlangsung di Ambon pada Kamis (16/4).

Kegiatan ini bertujuan utama untuk memperkuat pemanfaatan teknologi digital di kalangan UMKM lokal. Pelaku usaha diharapkan dapat lebih adaptif terhadap perkembangan digital, baik dalam aspek promosi produk maupun sistem pembayaran. Plt Kepala Kantor Perwakilan BI Maluku, Ditha Aditya Nugraha, menegaskan komitmen BI untuk mempercepat adopsi digital ini.

Melalui Digifest, BI Maluku berupaya memberikan ruang bagi UMKM untuk memamerkan produk unggulan mereka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi platform penting untuk meningkatkan pemahaman para pelaku usaha. Fokusnya adalah pada pemasaran berbasis digital serta transaksi pembayaran nontunai seperti QRIS.

Salam Fest Moluccas Digifest menjadi wadah strategis bagi Bank Indonesia Maluku untuk mengakselerasi transformasi digital UMKM. Ditha Aditya Nugraha menjelaskan bahwa acara ini dirancang khusus guna mempercepat adopsi digital. Hal ini mencakup pemasaran produk dan penggunaan transaksi pembayaran nontunai seperti QRIS di kalangan UMKM.

Sebanyak 30 UMKM binaan BI Maluku berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, mendapatkan kesempatan berharga. Mereka dapat mempromosikan berbagai produk khas Maluku kepada khalayak luas. Keikutsertaan ini juga meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya pemasaran digital dalam era modern.

Produk yang dipamerkan sangat beragam, mencerminkan kekayaan potensi ekonomi lokal Maluku. Mulai dari makanan olahan khas daerah, kerajinan tangan yang unik, hingga berbagai produk kreatif lainnya. Pameran ini tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga menginspirasi UMKM lain untuk berinovasi.

Selain pameran produk, pelaku UMKM yang terlibat dalam Salam Fest Moluccas Digifest juga menerima serangkaian edukasi komprehensif. Mereka dibekali dengan literasi keuangan digital yang esensial untuk pengelolaan usaha modern. Pemahaman ini krusial dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.

Sosialisasi sistem pembayaran, termasuk penggunaan QRIS, juga menjadi bagian penting dari pelatihan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan UMKM dalam menerima pembayaran secara nontunai. Adopsi sistem pembayaran digital ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi dan keamanan.

Pelatihan peningkatan kapasitas usaha turut diberikan guna mendukung pengelolaan dan pemasaran produk UMKM. BI Maluku berharap melalui kegiatan ini, UMKM tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan. Namun, mereka juga diharapkan dapat naik kelas dan memperluas jangkauan pasar.

Target jangka panjang dari inisiatif ini adalah agar UMKM Maluku mampu menembus pasar nasional. Bahkan, ambisi untuk merambah pasar internasional juga menjadi visi yang ingin dicapai. Kegiatan ini juga melibatkan perbankan dan instansi terkait untuk memperkuat ekosistem dukungan UMKM.

Inisiatif BI Maluku dalam memfasilitasi pemasaran digital UMKM sejalan dengan kinerja ekonomi regional yang positif. Ditha Aditya Nugraha mengungkapkan bahwa kinerja ekonomi Maluku menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada triwulan IV 2025, ekonomi Maluku tumbuh sebesar 5,44 persen.

Pertumbuhan ekonomi yang kuat ini menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat sektor ekonomi unggulan di daerah. UMKM, sebagai salah satu pilar ekonomi, memiliki peran vital dalam menjaga momentum pertumbuhan tersebut. Peningkatan kapasitas dan jangkauan pasar UMKM akan berkontribusi langsung pada stabilitas dan kemajuan ekonomi Maluku.

Kegiatan seperti Salam Fest Moluccas Digifest ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BI Maluku. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif bagi UMKM. Dengan demikian, UMKM dapat terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi