DLHK Papua Sebut Galeri Kreatif Kehutanan Dorong Hilirisasi HHBK Berbasis Masyarakat

Galeri Kreatif Kehutanan Papua menjadi pusat hilirisasi hasil hutan bukan kayu (HHBK) berbasis masyarakat, menawarkan produk lokal unik dan bernilai budaya. Simak selengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DLHK Papua Sebut Galeri Kreatif Kehutanan Dorong Hilirisasi HHBK Berbasis Masyarakat
Galeri Kreatif Kehutanan Papua menjadi pusat hilirisasi hasil hutan bukan kayu (HHBK) berbasis masyarakat, menawarkan produk lokal unik dan bernilai budaya. Simak selengkapnya! (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DLHK) setempat meluncurkan inisiatif penting. Inisiatif ini adalah Galeri Kreatif Kehutanan, yang menjadi bagian dari upaya hilirisasi hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang dikembangkan berbasis masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala DLHK Papua, Yaconias Maitindom, menjelaskan tujuan galeri ini di Jayapura. Galeri tersebut berfungsi sebagai pusat penjualan berbagai produk HHBK yang dihasilkan oleh masyarakat binaan DLHK Papua.

Kehadiran Galeri Kreatif Kehutanan diharapkan dapat menciptakan pasar bagi potensi unggulan daerah. Produk-produk ini dapat menjadi oleh-oleh bernilai budaya yang menarik bagi pengunjung dan wisatawan.

Galeri Kreatif Kehutanan: Wadah Pemasaran Produk Lokal Papua

Galeri Kreatif Kehutanan secara khusus hadir sebagai platform bagi para pelaku usaha lokal. Mereka dapat memasarkan produk khas Papua yang berasal dari HHBK. Keberadaan galeri ini juga bertujuan menciptakan pasar bagi oleh-oleh bernilai budaya.

Ragam produk yang tersedia sangat bervariasi dan menarik minat pengunjung. Mulai dari kuliner khas, obat herbal tradisional, hingga kerajinan tangan unik. Suvenir bernilai seni tinggi juga melengkapi koleksi yang ditawarkan.

Sejumlah produk unggulan yang dipasarkan antara lain madu Wamena, buah merah, dan minyak kayu putih dari Biak dan Merauke. Ada juga teh sarang semut, virgin coconut oil (VCO), olahan jagung merah daun kelor, serta sagu beserta turunannya. Cokelat Jayapura dan kopi Papua turut meramaikan pilihan.

Selain itu, terdapat pula berbagai kerajinan seperti aksesori etnik, noken, lukisan kulit kayu, dan ukiran Asmat. Patung Biak, eco print, tas kulit kayu, hingga kaos Papua hasil rancangan pengrajin lokal melengkapi koleksi yang tersedia.

Mendorong Nilai Tambah dan Kesejahteraan Masyarakat Melalui HHBK

Keberadaan Galeri Kreatif Kehutanan merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan produk kehutanan bukan kayu. Inisiatif ini bertujuan agar produk tersebut memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar yang lebih luas.

Melalui Cabang Dinas Kehutanan (CDK) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di berbagai kabupaten dan kota, pemerintah aktif mendampingi masyarakat. Pemberdayaan terus dilakukan, baik bagi komunitas di dalam maupun di luar kawasan hutan.

Potensi hutan di Papua tidak hanya terbatas pada aspek kayu semata, tetapi juga mencakup HHBK yang melimpah. Selain itu, jasa lingkungan serta skema perhutanan sosial turut berkontribusi. Semua ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pengembangan HHBK melalui Galeri Kreatif juga sejalan dengan upaya perlindungan masyarakat adat. Hal ini termasuk penguatan hak atas tanah, adat, dan budaya mereka dalam pengelolaan sumber daya alam.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi