Tahukah Anda? Lanal Palu Kawal Rp10,56 Miliar dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Wilayah 3T Sulteng

Lanal Palu mengawal Ekspedisi Rupiah Berdaulat senilai Rp10,56 miliar ke wilayah terdepan, terpencil, dan terluar (3T) Sulawesi Tengah, memastikan ketersediaan rupiah dan memperkuat kedaulatan negara. Simak rinciannya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Lanal Palu Kawal Rp10,56 Miliar dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Wilayah 3T Sulteng
Lanal Palu mengawal Ekspedisi Rupiah Berdaulat senilai Rp10,56 miliar ke wilayah terdepan, terpencil, dan terluar (3T) Sulawesi Tengah, memastikan ketersediaan rupiah dan memperkuat kedaulatan negara. Simak rinciannya! (Merdeka.com)

Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palu telah memulai pengawalan penting dalam program Ekspedisi Rupiah Berdaulat di wilayah Sulawesi Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar di daerah-daerah terdepan, terpencil, dan terluar (3T). Kolaborasi antara Bank Indonesia dan TNI AL ini merupakan wujud nyata komitmen menjaga kedaulatan ekonomi negara.

Ekspedisi ini tidak hanya berfokus pada distribusi fisik uang tunai, tetapi juga memiliki misi strategis untuk memperkuat pemahaman masyarakat. Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara harus dapat diakses dan digunakan oleh seluruh warga negara Indonesia, di mana pun mereka berada. Pengawalan ketat oleh Lanal Palu menjamin kelancaran dan keamanan distribusi uang.

Dalam ekspedisi ini, tim membawa uang senilai Rp10,56 miliar yang akan didistribusikan ke lima wilayah kepulauan yang tersebar di Sulawesi Tengah. Rute pelayaran yang menantang akan ditempuh menggunakan KRI Lumba-lumba-881, salah satu kapal patroli andalan TNI AL. Program ini direncanakan akan menyukseskan ekspedisi tahun 2025 di Sulawesi Tengah.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan program strategis yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap rupiah layak edar. Komandan Lanal Palu, Kolonel Laut (P) Marthinus Sir, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah tindak lanjut dari Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara BI dan TNI AL. Perjanjian tersebut mencakup aspek pendistribusian, pengamanan, dan pengawalan rupiah, baik antar kantor BI maupun ke wilayah 3T.

Bank Indonesia memiliki tugas konstitusional untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui pemenuhan kebutuhan rupiah. Kolonel Laut (P) Marthinus Sir menegaskan, "Bank Indonesia memiliki tugas menjaga kedaulatan NKRI melalui pemenuhan kebutuhan rupiah layak edar di seluruh wilayah Indonesia." Sementara itu, TNI Angkatan Laut memiliki sarana dan kemampuan memadai untuk menjangkau seluruh wilayah perairan, termasuk daerah 3T yang sulit diakses.

Rupiah bukan hanya alat transaksi, melainkan salah satu bentuk kedaulatan bangsa yang fundamental. Oleh karena itu, masyarakat berhak atas akses penggunaan rupiah di mana pun mereka berada. Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini secara langsung memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap rupiah sebagai mata uang nasional yang stabil dan terjamin ketersediaannya.

Dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini, tim membawa uang tunai senilai Rp10,56 miliar. Dana tersebut akan didistribusikan ke lima wilayah kepulauan yang tergolong daerah 3T di Sulawesi Tengah. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Banggai, Salakan, Wakai, Lawan, dan Bokan, yang tersebar di perairan Sulawesi.

Untuk menyukseskan ekspedisi di Sulawesi Tengah, TNI AL mengerahkan KRI Lumba-lumba-881. Kapal patroli ini merupakan salah satu ujung tombak pengamanan laut di perairan Sulawesi dan memiliki kemampuan untuk menempuh jarak jauh serta kondisi perairan yang menantang. Penggunaan kapal militer menunjukkan keseriusan dan prioritas tinggi dalam pelaksanaan program ini.

Ekspedisi akan menempuh rute pelayaran yang cukup panjang dan kompleks. Rute tersebut dimulai dari Parigi, kemudian menuju Pulau Bokan Kepulauan, Pulau Banggai, Pulau Salakan, Pulau Walea Kepulauan, Pulau Wakai, dan kembali lagi ke Parigi. Jarak tempuh total yang akan dilalui mencapai 808 nautical mile, menunjukkan skala dan tantangan geografis dari operasi ini.

TNI Angkatan Laut memiliki kepentingan besar dalam menjamin kelancaran roda pembangunan nasional di seluruh wilayah NKRI. Pengawalan Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini adalah bagian dari komitmen tersebut, memastikan bahwa infrastruktur ekonomi dasar seperti ketersediaan uang dapat berfungsi optimal bahkan di pelosok negeri. Kehadiran TNI AL memberikan jaminan keamanan bagi distribusi aset vital negara.

Kolonel Laut (P) Marthinus Sir menyatakan, "Dengan pengawalan TNI AL, ekspedisi ini diharapkan tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap rupiah sebagai mata uang nasional." Kepercayaan ini krusial untuk stabilitas ekonomi dan integrasi nasional, terutama di daerah-daerah yang mungkin memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan.

Lanal Palu menegaskan akan terus berkomitmen untuk bekerja sama dalam pendistribusian, pengamanan, dan pengawalan uang rupiah. Upaya ini akan terus dilakukan secara berkesinambungan ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil. Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi antar lembaga negara dalam menjaga kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi