Festival Sekerat Nusantara Kutai Timur Dorong Ekonomi dan Lestarikan Budaya Lokal

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sukses menggelar Festival Sekerat Nusantara, event tahunan yang efektif mempromosikan pariwisata dan potensi ekonomi kreatif, sekaligus menjaga warisan budaya lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Festival Sekerat Nusantara Kutai Timur Dorong Ekonomi dan Lestarikan Budaya Lokal
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sukses menggelar Festival Sekerat Nusantara, event tahunan yang efektif mempromosikan pariwisata dan potensi ekonomi kreatif, sekaligus menjaga warisan budaya lokal. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) kembali sukses menyelenggarakan Festival Sekerat Nusantara di pantai Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari Jumat (10/7) hingga Minggu (12/7), menarik perhatian banyak pengunjung. Festival tahunan ini bertujuan utama untuk mempromosikan potensi wisata serta beragam keunggulan lokal yang dimiliki Kutai Timur.

Diselenggarakan untuk kelima kalinya, Festival Sekerat Nusantara menjadi platform strategis untuk memperkenalkan objek wisata pantai dan kekayaan budaya daerah. Selain itu, festival ini juga mendorong perputaran roda ekonomi lokal melalui promosi seni tradisional dan ragam ekonomi kreatif. Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya nyata pemerintah daerah.

Festival ini tidak hanya menampilkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan hasil perikanan dan kuliner khas pesisir Kutim. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat setempat.

Menggerakkan Roda Ekonomi dan Potensi Wisata Lokal

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menjelaskan bahwa Festival Sekerat Nusantara merupakan salah satu upaya mempromosikan berbagai potensi keunggulan daerah. "Baik objek wisata pantai, wisata budaya, seni tradisional, ragam ekonomi kreatif mulai kuliner hingga suvenir," kata Mahyunadi di Sangatta. Festival ini dirancang sebagai sarana efektif untuk memperkenalkan kekayaan lokal kepada khalayak luas.

Kegiatan ini juga berfungsi untuk mengenalkan kepada publik potensi perikanan yang melimpah di kawasan pesisir tersebut. Beragam jenis perikanan baik hasil tangkapan nelayan di laut maupun dari tambak seperti bandeng, udang, kepiting, hingga ragam cemilan olahan dari ikan turut dipamerkan dan dijual. Hal ini secara langsung mendukung nelayan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika, menambahkan bahwa festival ini merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kutim. Kolaborasi ini bertujuan mengoptimalkan potensi lokal, termasuk seni budaya yang terjaga dan sektor pariwisata dengan daya tarik khas Bengalon. Dhika menyatakan, "Festival ini juga melibatkan banyak pelaku UMKM, sehingga mampu meningkatkan perputaran ekonomi yang diharapkan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat, sekaligus untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa, karena yang kami harap orang luar datang lagi setelah berwisata dan merasakan nikmatnya produk khas Sekerat."

Dhika berharap, adanya festival ini dapat memperkuat kemandirian ekonomi desa. Ia juga berharap para pengunjung dari luar daerah akan kembali berwisata dan menikmati produk khas Sekerat.

Melestarikan Budaya dan Membangun Karakter Bangsa

Mahyunadi juga menekankan pentingnya menjaga identitas kebudayaan lokal dan melestarikannya sebagai bagian dari jati diri daerah. Identitas ini harus terus dijaga, diwariskan, dan dikembangkan di tengah arus modernisasi yang semakin pesat. Pelestarian budaya menjadi fondasi penting dalam mempertahankan identitas daerah.

Jika kegiatan semacam ini sering digelar, seni dan budaya lokal akan semakin akrab dengan generasi muda. Hal ini pada akhirnya akan memastikan nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan identitas budaya terjaga, serta menjadi kekuatan dalam membangun karakter bangsa yang kokoh.

Pemerintah Kabupaten Kutim memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat, khususnya warga Desa Sekerat, yang terus menjaga warisan adat dan budaya leluhur. Warisan ini dikemas apik dalam Festival Sekerat Nusantara, dengan menampilkan aneka seni dan budaya daerah yang memukau. Mahyunadi menegaskan, "Komitmen tersebut menjadi fondasi penting dalam mempertahankan identitas daerah sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah perkembangan zaman. Kami harap pelestarian budaya dilakukan terus menerus dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus arus globalisasi."

Upaya ini memastikan bahwa warisan leluhur tetap relevan dan dihargai oleh generasi mendatang, sekaligus memperkuat identitas bangsa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi