Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Haryo Soekartono, mendorong pengaktifan kembali rute transportasi laut Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Usulan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi kemacetan dan antrean panjang yang kerap terjadi di lintasan penyeberangan. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan solusi efektif bagi kelancaran arus barang dan penumpang.
Bambang Haryo Soekartono mengungkapkan bahwa usulan **Pembukaan Kembali Rute Ketapang-Lembar** ini datang dari asosiasi pengguna jasa serta perusahaan pelayaran. Mereka menginginkan jalur tersebut diaktifkan kembali karena dinilai lebih efisien. Penutupan rute ini tiga tahun lalu bertujuan mengoptimalkan lintasan baru, yakni Pelabuhan Jangkar (Situbondo) menuju Pelabuhan Lembar.
Namun, evaluasi di lapangan menunjukkan bahwa lintasan Jangkar-Lembar kurang sesuai dengan kebutuhan, terutama bagi truk angkutan logistik. Oleh karena itu, pemerintah pusat dan kementerian terkait diharapkan dapat merealisasikan kembali pengoperasian rute Ketapang-Lembar. Langkah ini krusial untuk mendukung kelancaran distribusi logistik nasional.
Advertisement
Advertisement
Evaluasi Efektivitas Jalur Alternatif Jangkar-Lembar
Penutupan rute Ketapang-Lembar yang telah berlangsung selama tiga tahun bertujuan untuk menghidupkan dan mengoptimalkan lintasan baru, yaitu Pelabuhan Jangkar di Situbondo menuju Pelabuhan Lembar di Lombok. Kebijakan ini diharapkan dapat mendistribusikan kepadatan lalu lintas laut. Namun, implementasinya tidak sepenuhnya memenuhi ekspektasi awal yang telah ditetapkan.
Dalam praktiknya, lintasan Jangkar-Lembar menghadapi tantangan signifikan terkait efisiensi operasional dan jalur. Pengguna jasa, khususnya operator truk angkutan logistik, merasakan kurangnya kesesuaian jalur alternatif ini dengan kebutuhan mereka di lapangan. Hal ini menyebabkan munculnya kembali permintaan untuk pengaktifan rute lama.
Para pelaku usaha logistik menganggap rute Ketapang-Lembar lebih menguntungkan dari segi waktu dan biaya operasional. Mereka berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali pembukaan rute ini. Efisiensi jalur merupakan faktor krusial dalam menjaga stabilitas harga dan kelancaran pasokan barang.
Advertisement
Advertisement
Desakan Pengguna Jasa untuk Pembukaan Kembali Rute Ketapang-Lembar
Asosiasi pengguna jasa dan perusahaan pelayaran secara konsisten menyuarakan aspirasi mereka agar rute Ketapang-Lembar dapat diaktifkan kembali. Desakan ini didasari oleh pengalaman di lapangan yang menunjukkan bahwa rute tersebut lebih efisien. **Pembukaan Kembali Rute Ketapang-Lembar** diharapkan dapat mengurangi beban operasional.
Bambang Haryo Soekartono menegaskan akan membawa usulan ini ke pemerintah pusat dan kementerian terkait untuk segera direalisasikan. Dukungan dari parlemen diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan. Keputusan ini akan berdampak langsung pada sektor transportasi dan logistik.
Pengaktifan kembali rute ini dipandang sebagai solusi strategis untuk mengatasi masalah kemacetan dan antrean panjang yang sering terjadi. Dengan adanya pilihan rute yang lebih efisien, diharapkan akan terjadi pemerataan distribusi kendaraan. Hal ini juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang dilalui.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Kapasitas Dermaga di Lintasan Ketapang-Gilimanuk
Selain fokus pada rute Ketapang-Lembar, upaya peningkatan infrastruktur juga dilakukan di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, menyampaikan rencana peningkatan kapasitas beban dermaga movable bridge di Pelabuhan Ketapang. Langkah ini merupakan bagian dari antisipasi terulangnya kemacetan parah.
Secara bertahap, mulai tahun ini kapasitas beban dermaga movable bridge akan ditingkatkan dari 35 ton menjadi 50 ton. Peningkatan ini akan dilakukan secara berpasangan, baik di sisi Ketapang maupun di sisi Gilimanuk. Proyek ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki layanan transportasi.
Peningkatan kapasitas dermaga ini diharapkan dapat menampung kendaraan dengan bobot lebih besar, sehingga mempercepat proses bongkar muat. Dengan demikian, antrean panjang dapat diminimalisir, dan kelancaran arus kendaraan dapat terjaga. Ini adalah upaya komprehensif untuk meningkatkan kualitas layanan penyeberangan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews