Pemerintah Kota Ambon secara aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat fondasi persaudaraan dan kebersamaan. Ajakan ini disampaikan sebagai modal utama dalam mendukung visi pembangunan kota yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan di masa depan. Wali Kota Ambon, Bodewin M Wattimena, menegaskan pentingnya nilai-nilai tersebut untuk kemajuan daerah.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bodewin M Wattimena di Ambon pada Minggu (12/7) lalu. Momen tersebut bertepatan dengan acara syukur dan resepsi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-122 Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Rehoboth. Beliau menekankan bahwa semangat "hidup orang basudara" harus terus dijaga sebagai kekuatan utama masyarakat Ambon.
Semangat persaudaraan ini sangat relevan dengan tagline kepemimpinan Kota Ambon periode 2025–2030, yaitu “Beta par Ambon, Ambon par Samua”. Tagline tersebut secara jelas menegaskan bahwa Ambon merupakan rumah bersama. Ini berlaku bagi seluruh warga tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun latar belakang lainnya.
Advertisement
Advertisement
Membangun Ambon dengan Semangat "Hidup Orang Basudara"
Wali Kota Bodewin M Wattimena secara konsisten menyerukan pentingnya menjaga semangat "hidup orang basudara" di tengah masyarakat. Semangat ini diyakini sebagai pilar utama yang akan memperkokoh kekuatan warga Ambon dalam menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut meliputi aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan yang terus berkembang. Melalui semangat ini, setiap individu diharapkan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap kemajuan kota.
Konsep "Beta par Ambon, Ambon par Samua" bukan sekadar slogan, melainkan sebuah filosofi yang mengakar kuat dalam visi pembangunan kota. Filosofi ini menekankan bahwa Ambon adalah milik bersama dan harus memberikan manfaat bagi semua penghuninya. Dengan demikian, setiap kebijakan dan program pembangunan akan selalu mempertimbangkan kepentingan seluruh elemen masyarakat. Ini termasuk mereka yang berasal dari berbagai latar belakang berbeda.
Penguatan Persaudaraan Ambon melalui nilai-nilai kebersamaan dan toleransi menjadi kunci utama. Hal ini akan memastikan terciptanya lingkungan yang harmonis dan kondusif bagi pertumbuhan. Pemerintah kota berkomitmen untuk terus mendorong inisiatif yang mempererat hubungan antarwarga. Ini dilakukan agar Ambon dapat menjadi contoh kota yang menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan. Upaya ini diharapkan dapat menghasilkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Peran Lembaga Keagamaan dalam Penguatan Persaudaraan
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Ambon juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jemaat GPM Rehoboth. Apresiasi ini diberikan atas kontribusi signifikan yang telah diberikan selama lebih dari satu abad. Kontribusi tersebut mencakup dukungan terhadap pembangunan daerah melalui pelayanan keagamaan dan pembinaan kehidupan masyarakat. Peran aktif jemaat ini sangat vital dalam membentuk karakter dan moral warga.
Menurut Wali Kota, peran gereja tidak hanya terbatas pada pembangunan kehidupan spiritual umat semata. Lebih dari itu, lembaga keagamaan memiliki fungsi krusial dalam memperkuat nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan. Nilai-nilai ini merupakan fondasi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Kota Ambon. Dengan demikian, gereja menjadi agen perubahan sosial yang turut serta dalam menciptakan kedamaian.
Kontribusi Jemaat GPM Rehoboth menjadi bukti nyata bahwa lembaga keagamaan dapat menjadi mitra strategis pemerintah. Mereka membantu dalam mewujudkan tujuan pembangunan yang lebih luas. Melalui berbagai program dan kegiatan, jemaat ini telah berhasil menanamkan nilai-nilai positif. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan untuk membangun masyarakat yang lebih solid dan saling menghargai. Ini juga mendukung visi Persaudaraan Ambon.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi untuk Ambon yang Lebih Maju dan Sejahtera
Wali Kota Bodewin M Wattimena secara khusus mengucapkan selamat kepada seluruh perangkat pelayan dan warga Jemaat GPM Rehoboth atas peringatan HUT ke-122. Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi. Sinergi ini bertujuan mewujudkan Ambon yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera di masa mendatang. Kolaborasi adalah kunci untuk mencapai cita-cita bersama.
Harapan besar diletakkan pada semangat persaudaraan yang terus dipelihara di tengah kehidupan bermasyarakat. Semangat ini diharapkan menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas kota. Selain itu, semangat ini juga krusial dalam memperkuat kerukunan antarwarga. Dengan demikian, berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Ambon akan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.
Ajakan untuk berkolaborasi ini tidak hanya ditujukan kepada lembaga keagamaan, tetapi juga kepada tokoh masyarakat dan generasi muda. Mereka semua diharapkan dapat berperan aktif dalam membangun Ambon sebagai kota yang aman, harmonis, dan terbuka bagi semua warga. Ini sejalan dengan semangat “Beta par Ambon, Ambon par Samua”, yang mengedepankan kebersamaan demi kemajuan kota. Dengan Persaudaraan Ambon yang kuat, masa depan kota akan semakin cerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews