Ruas jalan nasional Sekayu-Lubuklinggau di Kabupaten Musi Banyuasin mengalami longsor pada Sabtu (11/7) sore. Peristiwa ini terjadi di Desa Sukarami, Kecamatan Lawang Wetan, namun Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan segera memastikan akses tetap terbuka. Kendaraan dari kedua arah dapat melintas secara bergantian menggunakan satu lajur yang masih aman dan terkendali.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional I Wilayah Sumatera Selatan, Alfredo, menjelaskan bahwa titik longsor ini sudah masuk dalam rencana penanganan BBPJN. Pihak BBPJN bahkan telah memulai pembangunan dinding penahan tanah (DPT) di lokasi tersebut. Pekerjaan pemancangan pondasi untuk DPT sudah dimulai sejak Sabtu pagi sebelum longsor terjadi.
Longsor ini diakibatkan oleh gerusan arus sungai yang telah menyebabkan bagian bawah badan jalan berongga atau "gerowong" selama tiga tahun terakhir. Meskipun demikian, runtuhnya bagian aspal atas saat ini telah diperhitungkan oleh BBPJN. Mereka menargetkan seluruh pekerjaan penanganan dapat rampung pada Desember 2026 mendatang.
Advertisement
Advertisement
Penanganan Cepat dan Strategi Penguatan Jalan
BBPJN Sumatera Selatan mengambil langkah cepat untuk mengatasi dampak longsor di Jalan Sekayu-Lubuklinggau. Meskipun longsor baru saja terjadi, lokasi ini sebenarnya telah menjadi fokus penanganan sejak awal tahun. Pembangunan dinding penahan tanah (DPT) sudah direncanakan dan sedang dalam proses konstruksi.
Alfredo menegaskan bahwa kondisi "gerowong" di bawah badan jalan sudah terdeteksi sejak lama. Gerusan arus sungai yang kuat di tikungan jalan menjadi penyebab utama keroposnya struktur tanah. Runtuhnya sebagian aspal atas saat ini dinilai sebagai bagian dari dinamika penanganan yang memang sudah diantisipasi.
Untuk memastikan kelancaran lalu lintas, pekerjaan penanganan dilakukan tanpa penutupan akses jalan. Petugas di lapangan akan terus memantau kondisi dan mengatur arus kendaraan. Dalam satu hingga dua pekan ke depan, penguatan sementara akan dilakukan dengan penambahan cerucuk kayu gelam.
Advertisement
Selain itu, BBPJN juga akan memperlebar bagian jalan yang masih dapat dilalui kendaraan. Bahu jalan di lokasi tersebut telah menggunakan konstruksi beton, sehingga dinilai masih aman untuk dilewati selama proses penanganan berlangsung. Ini menjadi solusi sementara selama proses perbaikan struktural terus berjalan.
Advertisement
Progres Penanganan dan Target Penyelesaian
Kerusakan pada ruas Jalan Sekayu-Lubuklinggau sebelumnya mencapai sekitar 300 meter. Penanganan telah dilakukan secara bertahap setiap tahun anggaran berjalan. Pada tahun 2026 ini, fokus utama adalah menyelesaikan sekitar 100 meter ruas yang masih mengalami amblas.
Komitmen BBPJN Sumatera Selatan sangat jelas dalam menjaga konektivitas jalur vital ini. Mereka berupaya keras agar masyarakat tetap dapat menggunakan jalan tersebut. Seluruh proses penanganan dirancang agar tidak mengganggu mobilitas warga dan distribusi logistik.
Target penyelesaian seluruh pekerjaan penanganan longsor di ruas jalan nasional Sekayu-Lubuklinggau telah ditetapkan. BBPJN menargetkan perbaikan komprehensif dapat rampung pada bulan Desember 2026. Ini menunjukkan upaya serius pemerintah dalam memastikan infrastruktur jalan tetap prima dan aman bagi pengguna.
Advertisement
Sumber: AntaraNews