Perum Bulog Cabang Lebak dan Pandeglang mengumumkan ketersediaan stok beras yang melimpah, mencapai 25 ribu ton. Jumlah ini dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat di kedua daerah tersebut hingga akhir tahun 2026.
Kepala Perum Bulog Cabang Lebak dan Pandeglang, Muhammad Syaukani, menyatakan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan penyerapan gabah dari petani lokal. Proses penyerapan ini berlangsung di sejumlah daerah yang sedang memasuki musim panen.
Ketersediaan stok beras Bulog yang aman ini menjadi jaminan penting bagi cadangan beras pemerintah (CBP). Selain itu, stok ini juga vital untuk pendistribusian bantuan pangan serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Advertisement
Advertisement
Jaminan Ketersediaan Stok Beras Bulog di Lebak dan Pandeglang
Perum Bulog Cabang Lebak dan Pandeglang menegaskan bahwa stok beras di gudang mereka saat ini sangat mencukupi. Dengan volume mencapai 25 ribu ton, ketersediaan pangan untuk masyarakat di Lebak dan Pandeglang dipastikan aman.
Muhammad Syaukani menjelaskan bahwa pihaknya menjamin persediaan beras melimpah. Kondisi ini relatif aman untuk kebutuhan konsumsi masyarakat, bahkan di tengah potensi musim kemarau atau El Nino.
Stok beras Bulog yang kuat ini menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas harga pangan. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan beras dalam waktu dekat.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Petani Lokal dan Kualitas Beras
Seluruh stok beras yang kini dimiliki Bulog Lebak dan Pandeglang berasal dari hasil panen petani lokal. Ini menunjukkan keberhasilan swasembada pangan di wilayah tersebut sejak tahun 2025 hingga 2026.
Muhammad Syaukani menyebutkan bahwa wilayah Lebak dan Pandeglang tidak lagi bergantung pada impor beras dari luar negeri. Kualitas dan mutu beras dari petani lokal dinilai sangat baik.
Bahkan, beras dari petani lokal ini menjadi incaran para pedagang besar. Banyak pedagang dari Jakarta dan Jawa Barat yang tertarik untuk membeli beras berkualitas tinggi ini.
Advertisement
Penyerapan gabah kering pungut (GKP) dari petani hingga Juni 2026 telah mencapai 40.000 ton. Angka ini melebihi target yang ditetapkan sebesar 37.500 ton, mencapai 103 persen dari target awal.
Advertisement
Mekanisme Pendistribusian dan Stabilisasi Harga Pangan
Stok beras Bulog ini memiliki peran ganda dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Selain untuk cadangan beras pemerintah, stok ini juga dialokasikan untuk pendistribusian bantuan pangan.
Bantuan pangan yang digulirkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan disalurkan secara bertahap. Proses pendistribusian ini dijadwalkan mulai akhir Juli hingga Desember 2026 mendatang.
Selain itu, beras juga disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras SPHP ini dijual kepada berbagai pihak, termasuk toko, pasar tradisional, dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Advertisement
Program SPHP juga melibatkan instansi seperti TNI, Polri, Dinas Ketahanan Pangan (DKP), dan Rumah Pangan Kita (RPK). Untuk mendapatkan beras SPHP dari Bulog, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti KTP, NPWP, NIB, dan visual toko yang lengkap.
Sumber: AntaraNews