Penukaran Uang BI Papua Capai Rp34,5 Miliar Selama Serunai 2025, Layani Ribuan Warga
Program Serunai 2025 oleh BI Papua berhasil memfasilitasi penukaran uang rupiah senilai Rp34,5 miliar, memastikan ketersediaan Penukaran Uang BI Papua bagi masyarakat di momen Natal.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua telah sukses menyelenggarakan program Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (Serunai) 2025, memfasilitasi penukaran uang rupiah bagi lebih dari 3.000 orang. Total realisasi penukaran uang BI Papua mencapai angka fantastis, yaitu Rp34,5 miliar. Kegiatan ini berlangsung di Jayapura dan sekitarnya, menjadi bukti nyata komitmen BI dalam melayani masyarakat.
Program Serunai 2025, yang dilaksanakan antara 8 hingga 23 Desember 2025, bertujuan utama untuk memastikan ketersediaan uang rupiah, khususnya Uang Pecahan Kecil (UPK), di wilayah yang mayoritas penduduknya merayakan Natal. Ketersediaan uang tunai ini sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat selama perayaan. Inisiatif penukaran uang BI Papua ini sangat membantu warga.
Kepala Kantor Perwakilan BI Papua, Faturachman, menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap penukaran uang BI Papua menunjukkan kebutuhan akan uang tunai, terutama pecahan kecil. Sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program ini. Upaya ini juga merupakan bagian dari strategi BI untuk memperkuat inklusi keuangan di daerah terpencil.
Realisasi Penukaran Uang dan Pecahan Favorit
Selama periode Serunai 2025, Kantor Perwakilan BI Papua mencatat realisasi penukaran uang mencapai Rp34,5 miliar, melayani lebih dari 3.000 individu. Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mendapatkan uang layak edar untuk berbagai keperluan. Program penukaran uang BI Papua ini menjadi solusi praktis bagi warga.
Faturachman mengungkapkan bahwa pecahan uang rupiah yang paling diminati oleh masyarakat adalah uang kertas nominal Rp5.000 dan Rp10.000. Preferensi ini didasarkan pada penggunaannya yang luas untuk kebutuhan sosial dan keagamaan, terutama saat perayaan Natal. Ketersediaan pecahan ini melalui penukaran uang BI Papua sangat vital.
Kebutuhan akan uang pecahan kecil ini seringkali meningkat signifikan menjelang hari raya. Oleh karena itu, inisiatif seperti Serunai 2025 sangat strategis untuk memastikan pasokan uang tunai yang cukup. Ini juga mendukung kelancaran transaksi harian masyarakat di Papua.
Sinergi dan Jangkauan Luas Layanan Penukaran
Keberhasilan Serunai 2025 tidak lepas dari sinergi kuat yang dibangun oleh BI Papua dengan berbagai pihak. Program penukaran uang BI Papua ini melibatkan rumah ibadah, seperti GKI Sion, GKI Pengharapan, Gereja Immanuel Hamadi, Gereja Gembala yang Baik, Gereja Pengharapan Sentani, dan Gereja Santo Petrus. Kerja sama ini memastikan layanan mudah dijangkau.
Selain rumah ibadah, instansi pemerintah dan fasilitas publik juga turut serta mendukung program ini. Bandara Sentani dan Pelabuhan Jayapura menjadi lokasi strategis untuk menjangkau masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi. Kolaborasi ini memperluas titik-titik layanan penukaran uang BI Papua.
Untuk memperluas jangkauan layanan lebih jauh, BI Papua juga didukung oleh tujuh kas titipan yang tersebar di Biak, Serui, Sorong, Nabire, Timika, Wamena, dan Merauke. Jaringan luas ini memastikan masyarakat di berbagai daerah dapat mengakses layanan penukaran uang. Ini adalah bagian dari upaya inklusi keuangan yang berkelanjutan.
Komitmen BI Papua dalam Menjaga Ketersediaan Rupiah
Selain program Serunai, BI Papua secara konsisten melaksanakan layanan kas keliling sepanjang tahun 2025. Layanan ini menyasar wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di 24 titik di Papua. Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen BI dalam menjaga ketersediaan uang rupiah yang layak edar.
Upaya penukaran uang BI Papua melalui kas keliling bertujuan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah sulit akses. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses terhadap uang tunai yang berkualitas. Program ini juga mendukung stabilitas ekonomi lokal.
Ke depan, BI Papua bertekad untuk terus memperkuat layanan kasnya. Tujuannya adalah untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat dan memperluas inklusi keuangan di seluruh wilayah Papua. Komitmen ini menegaskan peran penting BI dalam pembangunan ekonomi regional.
Sumber: AntaraNews