Realisasi Program Serambi 2026 BI Cirebon Lampaui Target, Penukaran Uang Capai Rp3,97 Triliun
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon mencatat realisasi Program Serambi 2026 mencapai Rp3,97 triliun, melampaui proyeksi awal. Simak rincian capaian dan faktor-faktor di baliknya.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon mengumumkan capaian signifikan Program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2026. Realisasi penukaran uang di wilayah kerjanya mencapai Rp3,97 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan impresif melampaui target awal yang telah ditetapkan.
Program Serambi 2026 bertujuan memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat menjelang dan selama periode Ramadhan serta Idul Fitri. Pelaksanaan program ini berlangsung lancar, didukung kesiapan layanan optimal. Partisipasi masyarakat juga menunjukkan peningkatan yang positif.
Deputi Kepala KPw BI Cirebon, Himawan Putranto, mengonfirmasi data tersebut pada Sabtu, 4 April 2026. Ia menyatakan bahwa realisasi ini melampaui proyeksi awal sebesar Rp3,89 triliun. Tingkat ketertiban masyarakat dalam mengakses layanan juga lebih baik dari tahun sebelumnya.
Capaian Gemilang Program Serambi 2026 BI Cirebon
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon mencatat realisasi Program Serambi 2026 mencapai Rp3,97 triliun. Angka ini melampaui proyeksi awal sebesar Rp3,89 triliun, menunjukkan pertumbuhan 102,06 persen. Capaian ini menegaskan keberhasilan program dalam memenuhi kebutuhan uang kartal masyarakat selama periode penting tersebut.
Deputi Kepala KPw BI Cirebon, Himawan Putranto, menyatakan pelaksanaan Serambi 2026 berjalan sangat lancar. Kesiapan layanan yang optimal menjadi salah satu kunci sukses program ini. Partisipasi masyarakat juga terlihat semakin baik dan tertib dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Pelaksanaan Serambi tahun ini berjalan baik dan masyarakat semakin tertib dalam memanfaatkan layanan yang kami sediakan,” ujarnya.
Layanan penukaran uang dalam Program Serambi 2026 dilakukan melalui aplikasi PINTAR. Aplikasi ini dibuka dalam dua tahap, yakni dari 23 Februari hingga 13 Maret 2026. Sebanyak 99 titik penukaran tersebar di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning).
Total kuota yang disediakan mencapai 14.900 paket pemesanan untuk masyarakat. Distribusi titik penukaran yang luas memudahkan akses bagi warga di wilayah Ciayumajakuning. Hal ini menunjukkan komitmen BI dalam melayani kebutuhan uang tunai secara merata dan efisien.
Dinamika Penurunan Tahunan dan Optimalisasi TUKAB
Meskipun realisasi Program Serambi 2026 melampaui target yang ditetapkan, KPw BI Cirebon mencatat adanya penurunan secara tahunan. Pada tahun 2025, realisasi penukaran uang tercatat mencapai Rp4,18 triliun, atau 102,23 persen dari proyeksi Rp4,09 triliun. Penurunan tahun ini sekitar 5,16 persen atau setara Rp216 miliar dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Himawan Putranto menjelaskan bahwa penurunan ini bukan karena berkurangnya minat masyarakat terhadap layanan penukaran uang. Sebaliknya, hal ini lebih dipengaruhi oleh optimalisasi mekanisme Transaksi Uang Kartal Antar Bank (TUKAB). Skema TUKAB kini menyumbang sekitar 35 persen dalam pemenuhan kebutuhan uang tunai masyarakat.
Optimalisasi TUKAB menjadikan distribusi uang kartal lebih efisien dan terstruktur. Sebagian besar kebutuhan uang tunai masyarakat dapat terpenuhi melalui mekanisme ini. “Bukan karena masyarakat tidak memanfaatkan layanan, karena mekanismenya kini lebih optimal,” tegas Himawan.
Efisiensi ini memastikan ketersediaan uang tunai tetap terjaga tanpa harus bergantung sepenuhnya pada layanan penukaran langsung. Bank Indonesia terus berupaya meningkatkan efektivitas penyaluran uang kartal. Hal ini juga mendukung stabilitas sistem pembayaran di wilayah Ciayumajakuning secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews