BI Papua Barat Siapkan Uang Tunai Rp271 Miliar untuk Ramadhan dan Idul Fitri 2026
Bank Indonesia (BI) Papua Barat telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp271 miliar guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2026, memastikan ketersediaan uang layak edar.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat telah mengalokasikan dana tunai sebesar Rp271 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Ketersediaan uang tunai ini merupakan komitmen Bank Sentral untuk memastikan kelancaran transaksi dan aktivitas ekonomi menjelang hari besar keagamaan nasional (HKBN) tersebut. Proyeksi kebutuhan uang tunai ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Setian, di Manokwari, pada Selasa (10/3), mengungkapkan bahwa proyeksi kebutuhan uang tunai ini diperkirakan mengalami peningkatan sekitar 8 persen. Peningkatan ini lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp221 miliar. Peningkatan ini sejalan dengan tren konsumsi rumah tangga di wilayah Papua Barat yang juga diperkirakan meningkat selama periode tersebut.
Setian menegaskan bahwa Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk memastikan ketersediaan uang rupiah yang cukup dan layak edar bagi seluruh masyarakat di Papua Barat. Hal ini dilakukan guna mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan keagamaan selama bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri. Upaya ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam mengakses uang tunai yang bersih dan aman.
Peningkatan Kebutuhan Uang Tunai Jelang Hari Raya
Peningkatan kebutuhan uang tunai yang layak edar, khususnya menjelang hari besar keagamaan nasional (HKBN), menjadi perhatian utama Bank Indonesia Papua Barat. Fenomena ini tidak terlepas dari peningkatan konsumsi rumah tangga di wilayah Papua Barat yang cenderung melonjak saat Ramadhan dan Idul Fitri. Masyarakat biasanya membutuhkan uang tunai lebih banyak untuk berbagai keperluan, mulai dari belanja kebutuhan pokok hingga persiapan perayaan.
Bank Indonesia memproyeksikan peningkatan kebutuhan uang tunai ini mencapai 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, realisasi kebutuhan uang tunai tercatat sebesar Rp221 miliar, sehingga untuk tahun 2026 disiapkan Rp271 miliar.
Komitmen Bank Sentral adalah memastikan bahwa masyarakat memiliki akses mudah terhadap uang rupiah yang cukup dan dalam kondisi layak edar. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung kelancaran transaksi selama periode sibuk tersebut.
Skema Distribusi dan Layanan Penukaran Uang Rupiah
Untuk memastikan uang tunai sampai ke tangan masyarakat, BI Papua Barat mendistribusikannya melalui jaringan perbankan di seluruh wilayah. Koordinasi erat telah dilakukan dengan pihak perbankan untuk memastikan pelayanan maksimal, termasuk ketersediaan uang di mesin ATM.
Selain itu, BI juga menyediakan layanan penukaran dan tarik uang rupiah melalui aplikasi PINTAR yang dapat diakses secara daring. Masyarakat diimbau untuk melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi ini guna mengurangi antrean dan memastikan efisiensi layanan.
Ada tiga skema layanan penukaran uang rupiah yang disediakan bagi masyarakat:
- Layanan Kas Keliling: Sebanyak 12 kali di 12 lokasi, meliputi tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan pusat keramaian, berlangsung sejak 23 Februari hingga 13 Maret 2026.
- Layanan Penukaran Terpadu: Bersama enam Bank Himbara, akan diselenggarakan di Manokwari City Mall pada 11 Maret 2026 dengan kuota sebanyak 1.000 penukar.
- Layanan Penukaran Melalui Loket Perbankan: Tersedia di 12 lokasi, dengan 11 loket di Kabupaten Manokwari dan satu loket di Kabupaten Teluk Bintuni, dibuka pada hari kerja selama periode 23 Februari hingga 13 Maret 2026.
Program SERAMBI 2026 dan Optimasi Transaksi Non-Tunai
Pelaksanaan program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 mengacu pada tiga kerangka utama menjelang HKBN. Kerangka pertama adalah memastikan ketersediaan uang rupiah yang berkualitas dan terpercaya bagi masyarakat.
Kerangka kedua berfokus pada penjaminan sistem distribusi yang efisien melalui layanan kas prima, sehingga uang dapat tersebar merata. Kerangka ketiga adalah menyiapkan infrastruktur yang andal guna mengantisipasi peningkatan volume transaksi selama periode Ramadhan hingga Lebaran.
Di samping itu, BI Papua Barat juga terus mengoptimalkan layanan non-tunai seperti BI-Fast dan QRIS. Koordinasi dengan penyedia jasa pembayaran telah dilakukan untuk memastikan kelancaran transaksi digital. Langkah ini menunjukkan komitmen BI untuk mendukung berbagai opsi pembayaran, baik tunai maupun non-tunai, demi kenyamanan masyarakat.
Sumber: AntaraNews