BI Siapkan Uang Tunai Ramadan Rp185,6 Triliun, Begini Cara Penukarannya
Bank Indonesia (BI) siapkan uang tunai Ramadan sebesar Rp185,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Idulfitri 2026. Simak jadwal dan lokasi penukaran uang baru yang mudah diakses melalui Aplikasi PINTAR.
Bank Indonesia (BI) telah mengumumkan kesiapan penyediaan uang tunai layak edar dalam jumlah besar untuk menyambut bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri 2026. Program bertajuk Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 ini akan berlangsung hingga 15 Maret 2026.
Total dana yang dialokasikan mencapai Rp185,6 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, untuk memastikan kelancaran transaksi tunai masyarakat. Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, menjelaskan bahwa peningkatan ini sejalan dengan proyeksi aktivitas ekonomi dan mobilitas yang menguat.
Dari total tersebut, Rp177 triliun khusus dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan, termasuk penarikan melalui ATM dan kantor cabang, sementara sisanya untuk layanan penukaran uang baru bagi masyarakat umum. BI juga mendorong penggunaan transaksi digital untuk kemudahan dan keamanan.
Peningkatan Alokasi Uang Tunai untuk Kebutuhan Lebaran
Penyediaan uang tunai yang lebih besar oleh BI ini merupakan respons terhadap perkiraan peningkatan aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, dan konsumsi rumah tangga selama periode Ramadan dan Idulfitri. Hal ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2026.
Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali menegaskan bahwa jumlah Rp185,6 triliun yang disiapkan ini menunjukkan komitmen BI dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran. "Peningkatan penyediaan uang tunai sejalan dengan aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat dan konsumsi rumah tangga yang menguat serta kebutuhan sistem pembayaran baik tunai maupun non-tunai yang diprakirakan meningkat selama periode Ramadan-Idulfitri, sekaligus mendorong pertumbuhan 2026," ujar Ricky.
Sinergi antara BI dengan perbankan serta mitra kerja lainnya dalam program SERAMBI 2026 menjadi kunci utama. Kolaborasi ini bertujuan untuk menghadirkan layanan kas yang mudah diakses, tertib, dan lancar di seluruh Indonesia.
Layanan Penukaran Uang Baru Melalui Aplikasi PINTAR
Untuk masyarakat umum, BI menyediakan alokasi sebesar Rp8,6 triliun khusus untuk layanan penukaran uang baru. Setiap paket penukaran memiliki nominal maksimal Rp5,3 juta, memastikan distribusi yang merata.
Proses penukaran uang kini semakin mudah dengan pemesanan melalui Aplikasi "PINTAR", yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan keadilan layanan. Masyarakat dapat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kebutuhan mereka.
Layanan penukaran tersedia di 2.883 titik dengan total 8.755 layanan di seluruh Indonesia, mencakup kas keliling, kantor bank umum, serta layanan penukaran terpadu di lokasi strategis seperti rumah ibadah dan pusat aktivitas masyarakat. Khusus di DKI Jakarta, layanan terpadu akan diadakan pada 12-15 Maret 2026 di GBK Basketball Hall, Senayan.
Pembukaan kuota pemesanan penukaran melalui aplikasi PINTAR akan dilakukan dalam dua tahap:
- Tahap Pertama: Dimulai 13 Februari 2026 pukul 14.00 WIB untuk wilayah Pulau Jawa, dan 14 Februari 2026 pukul 8.00 WIB untuk wilayah luar Pulau Jawa.
- Tahap Kedua: Dimulai 26 Februari 2026 pukul 8.00 WIB untuk wilayah Pulau Jawa, dan 27 Februari 2026 pukul 8.00 WIB untuk wilayah luar Pulau Jawa.
Dorongan Transaksi Digital dan Edukasi Merawat Rupiah
Di tengah meningkatnya kebutuhan uang tunai, BI juga terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan transaksi pembayaran digital. Layanan seperti mobile dan internet banking, BI-FAST, serta QRIS menawarkan kecepatan, kemudahan, keamanan, dan keandalan dalam bertransaksi.
Melalui momentum SERAMBI 2026, Bank Indonesia kembali mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengenali keaslian uang Rupiah dengan metode "3D": Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Ini adalah langkah krusial untuk mencegah peredaran uang palsu.
Selain itu, BI mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merawat Rupiah dengan menerapkan prinsip "5J": Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Distapler, dan Jangan Dibasahi. Merawat Rupiah adalah bentuk penghargaan terhadap simbol kedaulatan negara.
Sinergi antara penyediaan uang tunai yang memadai, akselerasi pembayaran digital, dan peran aktif masyarakat dalam bertransaksi secara bijak diharapkan memperkuat kelancaran sistem pembayaran selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Sumber: AntaraNews