Mahasiswa Manajemen UMPR Perkuat Literasi Ekonomi di BI Kalteng, Dorong Budaya Membaca dan Cinta Rupiah
Himpunan Mahasiswa Manajemen UMPR kunjungi Perpustakaan Bank Indonesia Kalteng untuk memperkuat literasi ekonomi, menumbuhkan budaya membaca, serta memahami peran BI dan pentingnya Cinta Rupiah.
Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis dan Informatika Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (FBI UMPR) baru saja mengadakan kunjungan edukatif. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi ekonomi mahasiswa di Palangka Raya. Mereka mengunjungi Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah pada Kamis lalu.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya menumbuhkan budaya membaca dan berpikir kritis di kalangan generasi muda. Sebanyak 35 anggota Himpunan Mahasiswa Manajemen FBI UMPR turut serta dalam kegiatan tersebut. Mereka didampingi oleh Ketua Program Studi Manajemen FBI UMPR dan seorang dosen.
Ketua Program Studi Manajemen FBI UMPR, Ahyar Junaedi, menekankan pentingnya perpustakaan sebagai ruang lahirnya ide dan pengalaman intelektual. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong mahasiswa agar semakin akrab dengan sumber-sumber pengetahuan, khususnya di bidang ekonomi, keuangan, dan manajemen.
Peran Perpustakaan dan Pentingnya Literasi Ekonomi
Ahyar Junaedi menyatakan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan wadah untuk membentuk pola pikir yang akan memengaruhi masa depan generasi muda. Menurutnya, perpustakaan merupakan sumber lahirnya ide, gagasan, dan pengalaman intelektual yang berharga. Ia percaya bahwa orang yang sukses di masa depan adalah mereka yang terus belajar tanpa henti.
Pihaknya berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata bagi mahasiswa. Namun, juga menjadi pendorong utama bagi mereka untuk lebih akrab dengan budaya membaca. Ini juga untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta semangat belajar sepanjang hayat.
Tema kegiatan “Hayu Maja Kan Perpustakaan BI Kalteng” secara khusus dirancang. Tujuannya adalah menumbuhkan budaya literasi, memperluas wawasan mahasiswa, dan mendekatkan generasi muda dengan sumber pengetahuan di bidang ekonomi, keuangan, dan manajemen yang relevan.
Mengenal Fungsi Bank Indonesia dan Edukasi Cinta Rupiah
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, memberikan sambutan hangat. Ia menjelaskan secara rinci tentang tiga fungsi utama bank sentral Indonesia, yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta menjaga stabilitas sistem keuangan.
Selain itu, BI juga memiliki peran krusial dalam mengatur serta menjaga kelancaran sistem pembayaran nasional. Yuliansah Andrias juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas sistem keuangan secara menyeluruh. Ketiga fungsi ini saling berkaitan erat demi menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Bank Indonesia juga menyajikan materi edukasi “Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah” yang disampaikan oleh Rahmat. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mata uang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Melalui edukasi CBP Rupiah, peserta diajak untuk mencintai Rupiah dengan merawatnya secara baik. Mereka juga didorong untuk bangga menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di wilayah NKRI. Pemahaman terhadap ciri keaslian, fungsi, dan peran Rupiah dalam mendukung perekonomian nasional juga ditekankan.
Kontribusi Akademik dan Harapan Masa Depan
Kegiatan edukatif ini juga diisi dengan momen penyerahan buku berjudul “Manajemen Inovasi: Strategi, Kreatifitas, dan Keunggulan Kompetitif”. Buku tersebut ditulis langsung oleh Ahyar Junaedi, Ketua Program Studi Manajemen FBI UMPR. Penyerahan ini menjadi simbol kontribusi akademik yang nyata.
Penyerahan buku tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan konkret terhadap penguatan literasi. Ini juga mendukung pengembangan wawasan keilmuan yang lebih mendalam di kalangan mahasiswa. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa memiliki bekal pengetahuan yang lebih komprehensif.
Ahyar Junaedi berharap kunjungan ini memberikan pengetahuan baru mengenai peran Bank Indonesia. Selain itu, mahasiswa diharapkan memahami pentingnya menjaga nilai Rupiah sebagai mata uang negara. Hal ini juga untuk memotivasi mereka menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang lahirnya gagasan-gagasan baru bagi masa depan.
Sumber: AntaraNews