Dari Literasi ke Aksi: UNG Dukung Penuh Literasi Keuangan Mahasiswa, Bekal Penting Hadapi Dunia Kerja
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) serius menggarap masa depan mahasiswanya dengan mendukung penuh program Literasi Keuangan Mahasiswa, menyiapkan mereka menghadapi tantangan ekonomi.
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengambil langkah proaktif dalam membekali mahasiswanya dengan pengetahuan finansial yang krusial. Pada Jumat, 11 Oktober, kampus tersebut menjadi tuan rumah program "Like It! (Literasi Keuangan Indonesia Terdepan)" yang bertujuan meningkatkan pemahaman Literasi Keuangan Mahasiswa.
Kegiatan ini diselenggarakan di auditorium UNG, Gorontalo, merupakan kolaborasi strategis antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan Republik Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan. Inisiatif ini menandai komitmen serius dalam memperkuat Literasi Keuangan Mahasiswa di wilayah tersebut.
Rektor UNG, Profesor Eduart Wolok, menegaskan pentingnya acara ini bagi masa depan mahasiswa. "Hari ini kami (UNG) menjadi tuan rumah kegiatan Like It! (Literasi Keuangan Indonesia Terdepan) yang mengusung tema 'Dari Literasi ke Aksi: Muda Berdaya, Bangsa Sejahtera'," ujarnya, menyoroti relevansi pendidikan finansial dan Literasi Keuangan Mahasiswa.
Kolaborasi Strategis untuk Literasi Keuangan
Program "Like It!" ini tidak hanya sekadar seminar, melainkan sebuah platform edukasi komprehensif. Acara dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Gorontalo, Adnan Wibiyarto, dengan Profesor Eduart Wolok sebagai pembicara utama, menekankan pentingnya Literasi Keuangan Mahasiswa.
Kemitraan antara lembaga keuangan negara dan institusi pendidikan tinggi ini menunjukkan sinergi yang kuat. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa Literasi Keuangan Mahasiswa menjadi bagian integral dari kurikulum informal mereka. Hal ini penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Melalui kerja sama ini, mahasiswa UNG mendapatkan akses langsung ke informasi dan panduan dari para ahli. Mereka bisa memahami lebih dalam tentang pengelolaan keuangan pribadi dan investasi. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi komunitas kampus dalam meningkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa.
Sesi Diskusi Mendalam dan Manfaat Bagi Peserta
Kegiatan "Like It! 2025" dibagi menjadi dua sesi diskusi utama yang sangat informatif. Sesi pertama, bertajuk "Literasi Keuangan Indonesia Terdepan #5", menghadirkan narasumber dari berbagai instansi yang membahas aspek penting Literasi Keuangan Mahasiswa. Mereka adalah Analis Kebijakan Madya Direktorat Pengembangan Dana Pensiun, Asuransi dan Aktuaria Ami Muslich, Deputi Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia Kristiani Marsaulina S, serta Kepala Divisi Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan Handika Rahman. Sesi ini dipandu oleh Analis Kebijakan Muda Direktorat Stabilitas Sistem Keuangan dan Sinkronisasi Kebijakan Sektor Keuangan Deasi Tri Widyastuti.
Sesi kedua berfokus pada "Pengenalan Instrumen Investasi dan Penawaran ORI028", memberikan pemahaman praktis bagi Literasi Keuangan Mahasiswa. Narasumber pada sesi ini adalah Analis Keuangan Negara Ahli Madya Direktorat Surat Utang Negara Chandra AS Wibowo dan Kepala Divisi Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK Halimatus Sa'diyah. Kehadiran Rico Ceper sebagai pembawa acara dan moderator menambah daya tarik sesi diskusi ini, membuatnya lebih interaktif dan mudah dicerna oleh peserta.
Peserta kegiatan memperoleh berbagai manfaat langsung dari partisipasi mereka dalam acara ini. Selain mendapatkan souvenir dan kesempatan memenangkan doorprize, mereka juga menerima e-sertifikat sebagai bukti kehadiran. Yang tak kalah penting, mereka bisa mengunjungi booth edukasi keuangan yang disiapkan oleh lembaga penyelenggara, memperdalam pemahaman tentang Literasi Keuangan Mahasiswa.
Visi UNG: Mahasiswa Berdaya, Bangsa Sejahtera
Profesor Eduart Wolok menegaskan bahwa program ini sangat edukatif dan relevan bagi mahasiswa. "Tentu kegiatan ini sangat mengedukasi mahasiswa, apalagi soal keuangan yang tentu saja ilmunya perlu sangat dipahami sebab bisa dimanfaatkan untuk kegiatan mereka yang ingin berkecimpung dalam bidang profesional, maupun membuka lapangan kerja baru saat lulus nanti," jelasnya, menyoroti urgensi Literasi Keuangan Mahasiswa.
Pernyataan rektor ini menggarisbawahi pentingnya Literasi Keuangan Mahasiswa sebagai bekal fundamental. Pengetahuan ini tidak hanya berguna untuk mengelola keuangan pribadi, tetapi juga sebagai fondasi untuk berkarir atau bahkan menciptakan lapangan kerja. Ini sejalan dengan upaya UNG mencetak lulusan yang mandiri dan berdaya saing melalui peningkatan Literasi Keuangan Mahasiswa.
Pihak UNG berharap kegiatan semacam ini dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan di masa mendatang. Tujuannya adalah untuk menanamkan budaya Literasi Keuangan Mahasiswa secara mendalam di kalangan mahasiswa. Harapan besar terletak pada pembentukan sumber daya manusia profesional di bidang pengelolaan keuangan, khususnya yang berasal dari Universitas Negeri Gorontalo.
Sumber: AntaraNews