OJK Apresiasi Home Credit Tingkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa di Jawa Barat

OJK Jawa Barat apresiasi Home Credit tingkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa di Unpar Bandung. Ini krusial karena indeks literasi mahasiswa Jabar di bawah rata-rata nasional, dorong pemahaman finansial bijak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
OJK Apresiasi Home Credit Tingkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa di Jawa Barat
OJK Jawa Barat apresiasi Home Credit tingkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa di Unpar Bandung. Ini krusial karena indeks literasi mahasiswa Jabar di bawah rata-rata nasional, dorong pemahaman finansial bijak. (AntaraNews)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif entitas keuangan, termasuk Home Credit. Mereka aktif dalam memberikan edukasi finansial kepada mahasiswa di Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan Literasi Keuangan Mahasiswa secara signifikan.

Kegiatan edukasi ini diselenggarakan pada hari Selasa di kampus Unpar Bandung, menarik ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas. Inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye #DoITCERDAS yang digagas Home Credit, berkolaborasi dengan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) OJK. Tujuannya adalah membekali generasi muda dengan pengetahuan finansial yang memadai.

Asisten Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Jawa Barat, Iman K Nugraha, mengungkapkan alasan pentingnya kegiatan ini. Menurut survei OJK, indeks Literasi Keuangan Mahasiswa di Jawa Barat masih berada di bawah rata-rata nasional. Oleh karena itu, upaya intensif seperti ini sangat dibutuhkan untuk menutup kesenjangan tersebut.

Meningkatkan Pemahaman Literasi Keuangan Mahasiswa Jawa Barat

Iman K Nugraha dari OJK Jawa Barat menyoroti kesenjangan antara inklusi keuangan dan literasi keuangan di Indonesia. Meskipun inklusi keuangan telah mencapai 80 persen, tingkat literasi baru menyentuh angka 60 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat memiliki akses layanan keuangan, namun belum sepenuhnya bijak dalam menggunakannya.

Secara spesifik, survei OJK menunjukkan bahwa Literasi Keuangan Mahasiswa di Jawa Barat masih di bawah rata-rata nasional, meskipun penggunaan layanan keuangannya sudah di atas. Kesenjangan ini menjadi perhatian serius karena mahasiswa adalah segmen penting yang akan menjadi penggerak ekonomi masa depan. Mereka perlu dibekali informasi yang benar agar tidak terjerat produk keuangan ilegal.

OJK sangat mengapresiasi kegiatan edukasi ini sebagai bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan). Inisiatif ini adalah kampanye bersama yang diinisiasi OJK untuk meningkatkan literasi keuangan secara masif dan merata. Ini merupakan tugas kolaboratif antara lembaga keuangan, asosiasi, dan semua pihak terkait.

Peran Home Credit dalam Edukasi Finansial Berkelanjutan

PT Home Credit Indonesia, sebagai perusahaan pembiayaan berbasis teknologi, turut berperan aktif dalam upaya peningkatan literasi keuangan ini. Melalui seminar "#DoITCERDAS: Belajar Strategi Keuangan Untuk Wujudkan Cheetah-Cheetah (cita-cita)" di Unpar, mereka menargetkan ratusan mahasiswa. Kampanye #DoITCERDAS telah menjangkau lebih dari 17,1 juta orang melalui program online dan offline sepanjang tahun 2025.

Head of Collection Operations Home Credit, Andri Maulana, menekankan pentingnya pemahaman pembiayaan yang bertanggung jawab bagi generasi muda. Di era digital ini, tawaran pinjaman cepat sangat masif, sehingga mahasiswa perlu berhati-hati. Menjaga rekam jejak finansial sejak dini adalah fondasi utama untuk masa depan keuangan yang sehat dan stabil.

Andri Maulana menambahkan bahwa skor kredit yang baik dapat membuka banyak peluang. Ini termasuk kesempatan kerja hingga akses pembiayaan yang lebih mudah di masa mendatang. Oleh karena itu, edukasi tentang pengelolaan kredit dan keuangan pribadi menjadi sangat vital bagi mahasiswa untuk membangun profil finansial yang positif.

Home Credit juga berencana melanjutkan kegiatan serupa di masa depan. Setelah sukses di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Desember 2024 dan Unpar Bandung, mereka akan menggelar seminar di Bali tahun depan. Ini menunjukkan komitmen Home Credit dalam memperluas cakupan edukasi Literasi Keuangan Mahasiswa di berbagai wilayah.

Membangun Fondasi Keuangan Sehat Sejak Dini

Dalam seminar yang diadakan, mahasiswa diajak untuk memahami berbagai konsep dasar pengelolaan keuangan. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya menabung, peluang wirausaha, serta manfaat asuransi sebagai bentuk perlindungan finansial. Edukasi ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi modern.

Masifnya penawaran pinjaman online ilegal menjadi salah satu alasan utama perluasan kampanye edukasi ini. Andri Maulana mengimbau masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk selalu memilih layanan pembiayaan yang legal dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemilihan layanan yang legal akan melindungi konsumen dari praktik-praktik merugikan.

Home Credit secara internal juga memperkuat analisis saat pengajuan calon pelanggan. Dengan data yang lebih lengkap, mereka mampu memverifikasi dan mengelola portofolio pinjaman dengan lebih sehat. Ini merupakan langkah proaktif perusahaan dalam memastikan pembiayaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan bagi nasabahnya.

Edukasi ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar mampu menyikapi berbagai tawaran produk keuangan. Tujuannya adalah agar mereka tidak merugikan diri secara individu dan tidak terjerat aktivitas keuangan ilegal yang dapat membahayakan stabilitas finansial mereka di kemudian hari.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi