OJK Edukasi Ratusan Mahasiswa Poltek Kupang, Pentingnya Literasi Keuangan Mahasiswa untuk Gen Z Cerdas Finansial

OJK gelar edukasi Literasi Keuangan Mahasiswa di Poltek Kupang. Bagaimana OJK membekali generasi muda, khususnya Gen Z, agar cerdas finansial dan terhindar dari gaya hidup konsumtif?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
OJK Edukasi Ratusan Mahasiswa Poltek Kupang, Pentingnya Literasi Keuangan Mahasiswa untuk Gen Z Cerdas Finansial
OJK gelar edukasi Literasi Keuangan Mahasiswa di Poltek Kupang. Bagaimana OJK membekali generasi muda, khususnya Gen Z, agar cerdas finansial dan terhindar dari gaya hidup konsumtif? (Merdeka.com)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini menggelar program edukasi penting di Politeknik Negeri (Poltek) Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang manajemen keuangan yang bijak. Langkah ini diambil OJK sebagai bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda.

Inisiatif ini secara khusus menyasar kaum muda di wilayah kepulauan, mengingat peran vital mereka sebagai penerus bangsa. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menekankan urgensi program ini. Ia menyatakan, “OJK turut berperan dalam upaya edukasi keuangan teristimewa dalam menjangkau kaum muda di wilayah kepulauan, sebagai upaya meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan.”

Program edukasi ini tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga memberikan kiat praktis pengelolaan uang sehari-hari. Mahasiswa diajak untuk mulai mengatur keuangan sejak dini, seperti mengelola uang bulanan atau kiriman dari orang tua. Tujuannya adalah membentengi mereka dari gaya hidup konsumtif berlebihan di era digital yang semakin pesat.

Pentingnya Literasi Keuangan di Era Digital

Literasi keuangan menjadi fondasi krusial bagi setiap individu, terutama generasi muda, dalam menghadapi tantangan ekonomi modern. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan mencapai 66,46 persen, sementara inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Angka ini menunjukkan masih adanya ruang untuk peningkatan pemahaman masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa.

M. Ismail Riyadi menjelaskan adanya korelasi kuat antara tingkat literasi keuangan dengan kesejahteraan finansial seseorang. Ia menegaskan, “Literasi keuangan itu menjadi dasar yang ada di lapisan bawah dalam sebuah struktur masyarakat. Setelah individu paham, baru masuk ke inklusi untuk menggunakan secara maksimal produk-produk keuangan yang lain.”

Generasi Z, yang kini mendominasi jumlah penduduk, sangat perlu memiliki pemahaman mendalam tentang pengelolaan keuangan. Pemahaman ini penting untuk menunjang akses mereka terhadap berbagai produk dan layanan keuangan di era digital. Tanpa literasi yang kuat, Gen Z rentan terhadap jebakan konsumerisme dan gaya hidup berlebihan yang tidak berkelanjutan.

Pentingnya melek pengelolaan keuangan sejak dini ditekankan untuk membentengi diri dari over consumerism. Hal ini juga membantu menghindari gaya hidup berlebihan yang dapat memicu masalah finansial di kemudian hari. OJK berkomitmen untuk terus menyebarkan kesadaran ini demi menciptakan generasi yang lebih mandiri secara finansial.

Kiat Praktis Mengelola Keuangan Mahasiswa

Edukasi yang diberikan OJK di Poltek Kupang tidak hanya berfokus pada konsep, tetapi juga memberikan panduan konkret. Mahasiswa diajak untuk menerapkan dasar-dasar manajemen keuangan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ini termasuk bagaimana mengelola uang saku bulanan atau kiriman dari orang tua secara efektif dan efisien.

M. Ismail Riyadi membagikan beberapa kiat praktis yang mudah diterapkan oleh para mahasiswa. Kiat-kiat ini dirancang agar mahasiswa dapat mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini. Penerapan konsisten dari kiat ini akan membentuk fondasi keuangan yang kuat di masa depan.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan meliputi:

  • Catat Pengeluaran: Selalu catat setiap pengeluaran, sekecil apapun, untuk mengetahui ke mana uang Anda pergi.
  • Buat Anggaran: Susun anggaran bulanan yang realistis sesuai dengan pemasukan dan kebutuhan Anda.
  • Tentukan Tujuan Keuangan: Tetapkan tujuan finansial jangka pendek atau panjang, seperti menabung untuk pendidikan lanjutan atau investasi.
  • Lakukan Secara Konsisten: Disiplin dalam menjalankan kebiasaan baik ini adalah kunci keberhasilan manajemen keuangan pribadi.

“Catat pengeluaran, buat anggaran, tentukan tujuan keuangan, dan lakukan secara konsisten,” ujar M. Ismail Riyadi. Pesan ini menjadi inti dari edukasi yang diberikan, menekankan pentingnya disiplin dan perencanaan. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengontrol keuangan mereka, bukan sebaliknya.

Bijak Memilih Produk Keuangan Digital

Di era digital ini, kemudahan akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan sangatlah tinggi. Namun, kemudahan ini juga datang dengan risiko, terutama jika tidak berhati-hati dalam memilih platform. OJK mengingatkan mahasiswa untuk selalu memastikan bahwa produk layanan keuangan digital yang digunakan berasal dari lembaga resmi.

Lembaga-lembaga resmi tersebut adalah yang telah diawasi secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan. Pengawasan OJK menjamin keamanan dan legalitas produk serta layanan yang ditawarkan. Hal ini penting untuk melindungi konsumen dari praktik penipuan atau penyalahgunaan data pribadi yang marak terjadi.

M. Ismail Riyadi juga membagikan kiat-kiat agar generasi muda dapat bijak memanfaatkan teknologi dalam keuangan. Kiat ini mencakup verifikasi legalitas, membaca syarat dan ketentuan, serta tidak mudah tergiur penawaran yang tidak masuk akal. Ini adalah wujud dari melek finansial di era digital yang dinamis.

“Melek finansial adalah keterampilan hidup yang harus dimiliki setiap orang, teristimewa generasi muda sebagai penerus bangsa,” ujar M. Ismail Riyadi. Pemahaman ini bukan hanya tentang mengelola uang, tetapi juga tentang bagaimana berinteraksi dengan ekosistem keuangan yang terus berkembang. Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perubahan positif bagi perekonomian nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi