Cerita Mahasiswa Bertemu Wapres Gibran: Dijamu Teh hingga Ultimatum 5x24 Jam
Koordinator aksi mahasiswa mengungkap kronologi pertemuan dengan Wapres Gibran, mulai dari undangan ke Istana hingga ultimatum 5x24 jam.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK), Muhammad Abdi Maludin, mengungkap kronologi pertemuan perwakilan mahasiswa dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Abdi yang juga menjadi koordinator aksi mahasiswa di kawasan Patung Kuda mengatakan, pada awalnya massa demonstran berharap dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan tuntutan mereka.
"Saya sampaikan dan menyampaikan tawaran ataupun harapan kawan-kawan mahasiswa yang ikut serta aksi tersebut. Siapa pun pihak istana ingin menemui kami ini di dalam aksi di Silang Monas ini," kata Abdi kepada Liputan6.com, Selasa (16/6/2026).
"Siapa pun perwakilan istana, itu harapan kami kemarin," sambungnya.
Menurut Abdi, komunikasi kemudian dilakukan melalui aparat kepolisian yang berada di lokasi aksi. Dari komunikasi tersebut, pihak Istana Wakil Presiden merespons dan mengundang perwakilan mahasiswa untuk berdialog.
"Iya (koordinasi dengan polisi), lalu direspon sama pihak Wapres," ujarnya.
Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wapres
Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup, Abdi mengatakan Wapres Gibran menerima dan mendengarkan berbagai aspirasi yang dibawa mahasiswa dari sejumlah kampus dan daerah.
Ia menyebut setiap perwakilan menyampaikan persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah masing-masing, mulai dari isu pendidikan hingga kebijakan pemerintah yang menjadi sorotan mahasiswa.
"Wapres juga mencatat kritikan-kritikan apa yang harus dievaluasi untuk membangun Indonesia agar lebih baik gitu," jelasnya.
Abdi menambahkan, suasana pertemuan berlangsung cukup cair. Para mahasiswa sempat dijamu minuman teh oleh Wapres Gibran.
"Kalau makanan ditawarin. Kita sempat menolak juga dalam apa, penawaran yang mengarah begitu ke makan bersama gitu," kata dia.
Selain itu, Wapres juga mengajak mahasiswa untuk melaksanakan salat bersama. Sebagian mahasiswa mengikuti ajakan tersebut, sementara sebagian lainnya memilih tidak ikut.
Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5x24 Jam
Dalam dialog tersebut, mahasiswa juga menyerahkan memorandum berisi tuntutan. Namun, menurut Abdi, pihak Istana Wakil Presiden tidak membubuhkan tanda tangan pada dokumen tersebut.
"Harapan kami juga kemarin itu kenapa ada memorandum dan kenapa adanya tanda tangan Wapres sebagai bentuk bahwa aspirasi kita ataupun memorandum kita udah diterima," katanya.
Meski demikian, mahasiswa tetap berharap berbagai tuntutan yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Sebagai tindak lanjut, perwakilan mahasiswa memberikan batas waktu selama 5x24 jam kepada pemerintah untuk merespons aspirasi yang telah disampaikan dalam pertemuan tersebut.
"Ketika ultimatum dalam 5x24 jam itu tidak terpenuhi, maka kami akan melakukan konsolidasi jilid kedua dan melakukan gelar aksi jilid kedua secara masif," kata Abdi.