1 Tahun Prabowo-Gibran: BEM Semarang Kritik Gaya Komunikasi Gibran
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Semarang melakukan demonstrasi di depan Pemprov Jateng, Senin (20/10).
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Semarang melakukan demonstrasi di depan Pemprov Jateng, Senin (20/10). Elemen BEM yang demo dari Unissula, Unnes, Undip, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan sejumlah komunitas lainnya.
Mereka menuntut perbaikan pemerintahan tepat saat momen satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto-Wapres Gibran Rakabuming Raka. Dalam spanduk tersebut, tampak wajah Gibran disandingkan dengan tulisan 'FAIL' dan skor '11/100', serta tagar '#Cukup1Tahun'.
Ketua BEM Unissula, Wiyu Ghaniy mendesak pemerintah mengevaluasi total terhadap sistem pemerintahan Prabowo-Gibran. Terutama menyikapi gaya komunikasi Gibran yang buruk. Bahkan cenderung kerap menghindar saat diwawancarai oleh media.
"Komunikasinya buruk. Ketika ada wawancara dengan wartawan, Pak Gibran lebih sering menghindar dibandingkan jawab dengan lugas. Kedua, Pak Gibran sampai saat ini masih PHP terkait 19 juta lapangan kerja," kata Wiyu Ghaniy, Senin (20/10).
Untuk gaya komunikasi antara Prabowo dan Gibran tidak berjalan efektif. Apalagi upaya Gibran yang membuat saluran laporan 'Mas Wapres' tidak ada tindak lanjut pasca menerima aduan dari masyarakat.
"Padahal di sisi lain kalau saya lihat dari segi komunikasinya itu tidak clear dengan Pak Prabowo. Jadi kayak berjalan sendiri dan ketika sudah membuat program ini tidak efektif," jelasnya.
Spanduk yang dibawa nantinya akan dipasang selama seminggu sampai targetnya perbaikan. Menurutnya, spanduk itu merupakan bentuk kritik mahasiswa terhadap kinerja Gibran yang dinilai belum mampu merepresentasikan anak muda Indonesia.
"Kalau posternya nanti dicopot sama Pemkot atau pihak lain kita protes," ujarnya.
Sedangkan di area Gubernuran terpantau ribuan aparat gabungan TNI/Polri mempertebal penjagaan di setiap sudut pintu masuk. Termasuk di lorong-lorong akses masuk DPRD, beberapa kantor dinas di Pemprov Jateng.
Sejumlah prajurit TNI dari Kodim 0733/BS Semarang disiagakan penuh untuk mengantisipasi kejadian kericuhan.