Setahun Pemerintahan Prabowo, Partai Ummat 'Warning' Ada Kekuatan Asing Mau Kuasai SDA Indonesia
Ridho meminta kepada Prabowo untuk melakukan pembenahan serius dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA).
Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka telah memasuki masa satu tahun kepemimpinan. Menanggapi setahun kepemimpinan Prabowo, Ketua Umum DPP Partai Ummat Ridho Rahmadi angkat bicara.
Ridho meminta kepada Prabowo untuk melakukan pembenahan serius dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA). Ridho mewanti-wanti agar Prabowo waspada pada kekuatan asing yang akan masuk ke Indonesia dan menguasai SDA.
Ridho menyebut ada kekuatan asing yang hendak menguasai SDA kita yang totalnya senilai USD 115 miliar atau setara Rp1.800 triliun per tahun.
Harapan dan pengingat itu disampaikan Partai Ummat kepada Presiden Prabowo sebagai "kado" atas masa pemerintahannya yang telah berjalan selama satu tahun, sekaligus ucapan selamat kepada Presiden yang baru saja memperingati ulang tahun yang ke-74.
Ridho membeberkan bahwa mitos SDA Indonesia tidak akan habis tidak sepenuhnya benar. Faktanya, sambung Ridho, cadangan SDA Indonesia sangat terbatas.
Ridho mencontohkan batu bara yang akan habis sekitar 39 tahun, minyak bumi yang akan habis dalam 11 tahun, bahkan gas alam yang hanya tinggal tersisa dalam 8 tahun.
"Terjadi kesalahkaprahan tata kelola sumber daya alam Indonesia. Indonesia kaya SDA, tetapi penerimaan negara masih rendah," ujar Ridho, dalam keterangannya di Yogyakarta, Selasa (21/10).
Menantu Amien Rais ini memaparkan nilai ekonomi bersih SDA Indonesia diperkirakan mencapai USD 115 miliar atau setara Rp1.800 triliun per tahun. Hanya saja realisasi penerimaan negara dari sektor ini hanya sekitar Rp 500 triliun- Rp600 triliun. Kesenjangan besar ini merupakan buah dari tata kelola yang buruk.
"Faktanya, tidak semua hasil SDA masuk APBN, SDA telah gagal membuat negara makmur karena terjadi degradasi lingkungan dan tata kelola yang buruk bisa menghancurkan potensi tersebut," tuturnya.
Ridho menghitung, dalam skenario ideal, jika seluruh laba bersih SDA masuk ke APBN, negara bisa memperoleh Rp1.800 triliun per tahun. Nilai ini setara dengan 65% dari total APBN 2025, sementara realisasi saat ini yang hanya lebih kurang 20%.
"Jika SDA dikelola oleh negara sepenuhnya, potensi APBN bisa naik tiga kali lipat," tegas Ridho.