Setahun setelah pemerintahan Prabowo–Gibran dilantik pada 20 Oktober 2024, lembaga riset Indonesia Social Insight (IDSIGHT) merilis hasil survei terbaru mengenai kinerja para pembantu presiden. Hasilnya menunjukkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sosok paling difavoritkan publik dengan tingkat penilaian positif mencapai 83,7%.
Direktur Komunikasi IDSIGHT, Johan Santosa, menjelaskan bahwa popularitas Purbaya meningkat pesat meski baru sekitar satu bulan menjabat sebagai Menkeu. "Meskipun baru sebulanan menjabat, Menkeu Purbaya menjadi sosok paling difavoritkan publik di antara deretan para pembantu Presiden Prabowo," ujar Johan di Jakarta, Kamis (23/10).
Sebaliknya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendapat penilaian negatif tertinggi, yakni 78,4%, akibat kontroversi kebijakan dan isu monopoli yang memicu ketidakpuasan publik.
Terobosan Purbaya dan Menteri dengan Kinerja Positif
Riset IDSIGHT menganalisis tanggapan warganet terhadap akun media sosial para menteri dan kementerian mencakup Instagram, X (Twitter), Facebook, dan TikTok dalam rentang 24 September hingga 3 Oktober 2025.
"Pergantian tim ekonomi sempat menimbulkan pesimisme, tetapi publik juga resah terhadap kebijakan era sebelumnya yang dianggap membebani," kata Johan. Ia menambahkan, gaya lugas dan blak-blakan Purbaya yang sering turun langsung ke lapangan menjadikannya idola baru masyarakat.
Menurut Johan, gebrakan awal Purbaya yang menyalurkan Rp200 triliun dari saldo anggaran lebih (SAL) kepada bank-bank Himbara untuk kredit produktif terutama bagi UMKM dan industri padat karya mendapat sambutan luas publik. "Kritik Purbaya soal cukai rokok hingga soal lambatnya pembangunan kilang Pertamina juga menuai dukungan," ujarnya.
Selain itu, janji Purbaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 6–8% serta pesan motivasionalnya kepada generasi muda untuk "sama-sama menjadi kaya bersama" turut meningkatkan citra positifnya.
Di posisi kedua, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mendapat penilaian positif 72,3% berkat keberhasilannya meningkatkan produksi pangan hingga 33,1 juta ton beras nasional sepanjang Januari–Oktober 2025. Sementara Menteri Agama Nasaruddin Umar menempati posisi ketiga dengan 60,2%, karena dianggap sukses menjaga kerukunan umat beragama dan cepat tanggap dalam isu-isu sosial keagamaan.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperoleh penilaian positif 58,7%. "Publik melihat AHY sebagai figur muda potensial yang berpeluang menjadi pemimpin masa depan," kata Johan.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (57,4%) diapresiasi karena perannya memperbaiki komunikasi publik pemerintah setelah gelombang unjuk rasa dan kerusuhan pada Agustus lalu.
Menteri Pertahanan Sjamsoeddin (53,8%) juga mendapat citra positif berkat penguatan militer dan diplomasi internasional. "Peningkatan belanja alutsista serta kembalinya Indonesia ke panggung global, termasuk pidato di markas PBB, memperkuat citra positif pemerintah," tutur Johan.
Menteri lain yang masuk daftar penilaian positif antara lain:
Abdul Mu’ti (Mendikdasmen) – 56,8%
Saifullah Yusuf (Mensos) – 52,5%
Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian) – 51,3%
Raja Juli Antoni (Menhut) – 50,2%