Revitalisasi Sekolah Mendikdasmen: Efek Berantai Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Ekonomi Lokal

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan program Revitalisasi Sekolah Presiden Prabowo Subianto membawa efek berantai, dari perbaikan mutu pendidikan hingga pertumbuhan ekonomi lokal. Simak dampaknya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Revitalisasi Sekolah Mendikdasmen: Efek Berantai Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Ekonomi Lokal
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan program Revitalisasi Sekolah Presiden Prabowo Subianto membawa efek berantai, dari perbaikan mutu pendidikan hingga pertumbuhan ekonomi lokal. Simak dampaknya! (AntaraNews)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan implementasi program revitalisasi satuan pendidikan membawa efek berantai yang signifikan. Dampaknya meliputi perbaikan kualitas pendidikan hingga pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.

Program ini merupakan prioritas utama Presiden Prabowo Subianto untuk membangun dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung semangat belajar anak-anak. Tujuannya adalah memastikan lingkungan fisik yang memadai bagi peserta didik.

Revitalisasi ini bukan sekadar tujuan akhir, melainkan bagian dari kebijakan yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan nasional. Peningkatan mutu pendidikan ini diharapkan secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Efek Berantai Revitalisasi: Pendidikan dan Ekonomi Lokal

Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa revitalisasi sekolah bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal, aman, dan nyaman. Lingkungan yang kondusif sangat penting untuk menunjang proses belajar mengajar yang efektif.

Fokus utama program ini adalah peningkatan mutu pendidikan, yang pada gilirannya akan menghasilkan sumber daya manusia berkualitas. Ini menunjukkan bahwa investasi pada infrastruktur pendidikan memiliki dampak jangka panjang terhadap pembangunan bangsa.

Selain itu, program revitalisasi juga diproyeksikan membuka lapangan kerja dan mendorong pembelian bahan bangunan dari lingkungan setempat. Hal ini menciptakan dampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar sekolah melalui skema swakelola.

Dampak Nyata di Pontianak: SDN 05 Pontianak Timur

Dampak positif program revitalisasi mulai dirasakan, salah satunya di SD Negeri 05 Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Sebelumnya, bangunan sekolah ini berusia tua dengan pencahayaan dan sirkulasi udara terbatas.

Kepala SD Negeri 05 Pontianak Timur, Bona Ventura, mengungkapkan bahwa kini suasana sekolah telah berubah drastis. Para siswa datang dengan wajah gembira dan rasa bangga, sementara guru bekerja dengan ketenangan dan kenyamanan lebih.

Perubahan ini memungkinkan para guru untuk sepenuhnya mencurahkan perhatian pada pembelajaran dan pembentukan karakter siswa. Revitalisasi ini membuktikan kehadiran pemerintah dalam membangun pendidikan hingga ke ruang terkecil.

Masyarakat sekitar sekolah juga merasakan efek ekonomi positif dari program ini, karena revitalisasi melibatkan partisipasi aktif warga lokal. Manfaat program meluas lebih dari sekadar perbaikan fisik sekolah.

Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepatan Mutu Pendidikan

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan komitmen Pemkot Pontianak dalam mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi dan pembangunan sekolah. Upaya ini diperkuat oleh program revitalisasi dari pemerintah pusat.

Di Pontianak, program revitalisasi telah menjangkau 15 satuan pendidikan pada tahun 2025 dan berlanjut ke 12 satuan pendidikan pada tahun 2026, sehingga total 27 sekolah memperoleh revitalisasi.

Edi menargetkan bahwa pada tahun 2029, sebanyak 95 persen sarana dan prasarana sekolah negeri di Pontianak akan berada dalam kondisi baik dan representatif. Ini menunjukkan ambisi besar untuk kualitas pendidikan di kota tersebut.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan. Kolaborasi ini juga mencakup penguatan fasilitas pembelajaran berbasis digital.

Secara nasional, program revitalisasi sekolah telah menunjukkan capaian signifikan. Pada tahun 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah selesai direvitalisasi.

Pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Target ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, dari TK hingga SLTA, baik negeri maupun swasta.

Program ini diperkirakan akan menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja di tingkat daerah dalam rentang waktu 3 hingga 8 bulan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi