PDIP Kecam Paspampres Piting Mahasiswa yang Bentangkan Poster Kritik Gibran: Mereka Hanya Tagih Janji Kampanye
Politisi PDIP Guntur Romli menilai hal tersebut berlebihan dan berbasis kekerasan.
PDIP menyoroti tindakan Paspampres Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang meringkus mahasiswa di Blitar viral di media sosial. Politisi PDIP Guntur Romli menilai hal tersebut berlebihan dan berbasis kekerasan.
"Meskipun pada akhirnya para mahasiswa itu dilepas sebagaimana informasi polisi setempat tapi tindakan meringkus, merampas, menangkap dan menahan mahasiswa merupakan tindakan berlebihan dan berbasis kekerasan," kata Romli kepada wartawan, Kamis (19/6).
Padahal, kata Romli, keberadaan mahasiswa tersebut tak mengancam jiwa dan tidak menyerang pribadi Gibran.
"Tapi mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi dan menagih janji yang disampaikan Gibran saat kampanye Pilpres seperti lapangan pekerjaan untuk 19 juta orang," ucapnya.
Romli menegaskan, tindakan Pasukan Pengamanan tersebut merupakan ancaman yang serius terhadap demokrasi, kebebasan menyampaikan pendapat dan pembungkaman terhadap suara kritis dari publik.
Romli mengatakan, PDIP menyesalkan reaksi berlebihan Pasukan Pengamanan Gibran tersebut yang tidak bisa dibela dengan dalih apapun.
"Karena kalau mereka menyambut dengan poster dan spanduk yang memuji dan menjilat Gibran tidak akan pernah ditangkap," ujarnya.
"Padahal mereka hanya menagih janji Gibran tidak meminta susu dan bansos yang biasa dibagi-bagikan Gibran," pungkasnya.
3 Mahasiswa Diamankan Paspampres
Sebuah video amatir yang menampilkan tiga orang mahasiswa diamankan oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke Kota Blitar, Jawa Timur. Video tersebut kemudian menjadi viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, tampak tiga orang Paspampres memiting dua mahasiswa serta merebut sejumlah poster dari tangan mereka. Paspampres juga sempat mengejar mahasiswa yang hendak lari.
Beberapa tulisan dalam orasi protes tersebut di antaranya berbunyi, "Dinasti Tiada Henti", "Omon-Omon 19 Juta Lapangan Kerja?", "Semangat terus bikin bualan Mas Wapres Gibran", dan "Siapa Percaya Pengangkang Konstitusi".
Penjelasan Polri
Wakapolres Blitar Kota, Kompil Subiyanta membenarkan kejadian tersebut. Dia menyebut insiden terjadi saat rombongan Wapres hendak makan siang di Rumah Makan Bu Mamik sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (18/6).
"Saat rombongan Wapres mengarah ke Rumah Makan Bu Mamki, tiba-tiba sekitar 3 mahasiswa yang diduga menerobos barisan. Sehingga dari pengamanan (Paspampres) mereka dipinggirkan agar tidak menerobos," kata Subiyanta, Kamis (19/6).
Menurut Subiyanta, tindakan pengamanan dilakukan sesuai prosedur demi keselamatan pejabat negara. Ketiga mahasiswa tersebut akhirnya tidak diproses hukum dan telah dipulangkan.
"Ketiganya sudah dipulangkan karena memang cuman menghalau," jelasnya.
"Itu kan wajar pengamanan rombongan RI 2 mau masuk ke rumah makan," tutupnya.