PDIP Peringati Hari Buruh dengan Seruan Hentikan Eksploitasi Pekerja
Hari Buruh merupakan pengakuan bahwa pekerja memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan dan kemajuan bangsa ini.
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mercy Chriesty Barends, menyatakan bahwa perjuangan buruh tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai ideologi yang mendukung rakyat kecil, pekerja, dan mereka yang menghidupi diri dari keringat dan tenaga.
Dia mengingatkan kembali ajaran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang menekankan bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya mencakup aspek politik, tetapi juga aspek ekonomi.
“Sebagaimana diajarkan oleh Soekarno, bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya kemerdekaan politik, tetapi juga kemerdekaan ekonomi di mana tidak boleh ada penindasan manusia atas manusia, tidak boleh ada eksploitasi buruh oleh pemilik modal. Hari ini, kita berdiri tegak dalam semangat itu. Semangat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Mercy saat Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 PDIP di GOR Otista, Jakarta Timur, pada Minggu (3/5).
Mercy menjelaskan bahwa Hari Buruh lahir dari sejarah panjang perjuangan kelas pekerja di berbagai negara yang memperjuangkan hak-hak dasar seperti jam kerja yang manusiawi, upah yang layak, serta perlindungan kerja.
Dia juga menceritakan tentang perjuangan buruh Indonesia pada masa kolonial, di mana banyak yang mengalami penindasan, kerja paksa, dan upah yang tidak manusiawi. Namun, semangat perlawanan buruh terus berkembang dan menjadi bagian dari gerakan kebangsaan.
“(Hari Buruh) sebuah pengakuan bahwa buruh adalah pilar penting bangsa ini,” tegasnya.
Tulang Punggung Industri
Mercy menegaskan bahwa buruh adalah fondasi penting dalam industri, penggerak utama ekonomi, dan penjaga kesejahteraan keluarga. Meskipun demikian, ia menyadari bahwa buruh masih menghadapi berbagai tantangan, seperti upah yang tidak memadai dan ketidakpastian dalam jaminan pekerjaan.
"Dari tangan-tangan kalian, roda ekonomi terus berputar. Namun kita juga harus jujur: masih banyak tantangan yang dihadapi buruh hari ini. Upah yang belum sepenuhnya layak, jaminan kerja yang belum pasti, serta tekanan ekonomi yang semakin berat," ungkap Mercy.
Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa PDIP akan terus mendukung para buruh. Mercy menekankan pentingnya kesejahteraan buruh di tengah meningkatnya keuntungan perusahaan.
"Perjuangan kita bukan untuk melemahkan industri, tetapi untuk memastikan bahwa kemajuan ekonomi berjalan seiring dengan keadilan sosial. Bahwa perusahaan tumbuh, tetapi buruh juga sejahtera. Bahwa keuntungan meningkat, tetapi kehidupan buruh juga bermartabat," pungkasnya.
Mercy memiliki harapan besar untuk masa depan buruh di Indonesia agar semakin baik. Dia menginginkan agar anak-anak buruh mendapatkan akses pendidikan yang lebih tinggi dan agar tercipta kepastian kerja yang lebih adil.
"Harapan bahwa masa depan buruh Indonesia akan lebih baik. Harapan bahwa anak-anak buruh dapat mengenyam pendidikan yang tinggi. Harapan bahwa tidak ada lagi buruh yang hidup dalam ketidakpastian," ucap Mercy. Dia juga menekankan pentingnya solidaritas dan persatuan di kalangan buruh.
"Mari kita kuatkan solidaritas. Mari kita jaga persatuan. Karena hanya dengan persatuan, suara buruh akan didengar. Hanya dengan persatuan, keadilan bisa diperjuangkan," sambungnya.
Acara ini dihadiri oleh berbagai anggota Fraksi PDIP di DPR RI dan DPRD DKI Jakarta, serta jajaran DPD, DPC, dan ranting. Dalam kegiatan tersebut, kurang lebih 1.500 buruh informal turut hadir untuk menunjukkan dukungan dan aspirasi mereka. Kehadiran mereka mencerminkan semangat kolektif dalam memperjuangkan hak-hak buruh dan masa depan yang lebih baik. Dengan bersatu, mereka berharap dapat mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh buruh di tanah air.