Prabowo: Tidak Lama Lagi Indonesia Jadi Lumbung Padi Dunia, Bantu Banyak Negara
Inovasi teknologi cukup revolusioner karena dapat meningkatkan hasil gabah petani dari 5 ton menjadi 10 hingga 12 ton.
Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi inovasi teknologi dan teknik baru yang dikembangkan masyarakat bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Dia pun optimisme Indonesia akan menjadi lumbung padi dunia dalam beberapa waktu ke depan.
"Saya kira tidak lama lagi kita bisa jadi lumbung padi dunia, kita bisa bantu banyak negara," kata Prabowo saat meninjau Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) serta area Gelar Teknologi di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6).
Dia mengatakan, inovasi teknologi cukup revolusioner karena dapat meningkatkan hasil gabah petani dari 5 ton menjadi 10 hingga 12 ton. Artinya, produktivitas hasil tani meningkat sebesar 100 persen.
Kendati begitu, Prabowo mengingatkan inovasi teknologi pertanian tak boleh hanya bertahan 1-2 tahun saja. Prabowo ingin teknologi terus dikembangkan untuk jangka panjang sehingga kehidupan para petani menjadi lebih baik.
"Teknologi kita harus belajar secepat mungkin, seluruh seluruh produksi pangan kita harus kita amankan kita intensifikasi, ekstensifikasi dan kita hilirisasi," jelas dia.
Prabowo ingin hasil pertanian di Indonesia memiliki kualitas yang bagus. Terlebih, kata dia, Indonesia memiliki tanah yang bagus sehingga dapat menghasilan hasil tani berkualitas tinggi.
"Jadi yang kita produksi nanti kualitas nya sangat baik tidak hanya beras, tidak hanya jagung, singkong, gula, ya kedelai semua, sagu. Ini semua karunia dari Yang Maha Kuasa lahan kita cukup tanah kita bagus ya, tinggal pengairan nanti kita bisa atur, kita juga bisa atur," tutur Prabowo.
Prabowo Merasa Sangat Bahagia
"Saya kira saya sangat bahagia kita lihat perkembangan ini, kita optimis ini. Semua negara besar, negara kuat itu back upnya, landasannya adalah pertanian yang kuat. Produksi pangan aman, kita menghadapi banyak tantangan kita aman," sambung dia.
Terkait pemerataan penerapan teknologi pertanian, Prabowo menegaskan bahwa inovasi yang ada akan terus disosialisasikan dan diterapkan secara luas hingga ke seluruh daerah di Indonesia.
"Ini kita ingin supaya disosialisasikan, diajarkan ke semua daerah. Kita mau tiap desa bisa swasembada, tiap kecamatan swasembada, tiap kabupaten swasembada, tiap provinsi swasembada minimal. Kalau bisa provinsi produksi untuk eskpor, produksi untuk ke tempat lain. Ini kita punya strategi ke depan," pungkas Prabowo.