Prestasi Pertanian Pemerintah: Prabowo Tegaskan Sektor Pertanian Fondasi Kebanggaan Nasional
Presiden Prabowo Subianto menyoroti Prestasi Pertanian Pemerintah sebagai pilar utama kepercayaan diri bangsa, dengan capaian swasembada pangan yang melampaui target dan reformasi tata kelola pupuk bersubsidi yang signifikan.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu contoh nyata kerja pemerintah yang berprestasi dan membanggakan. Capaian ini sekaligus menjadi fondasi tumbuhnya kepercayaan diri bangsa di kancah global.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian Kilang Minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, pada Senin (12/1/2026). Beliau menekankan pentingnya prestasi ini tidak hanya dari sisi produksi pangan, tetapi juga dalam membangun martabat nasional.
Menurut Presiden, keberhasilan di sektor pertanian merupakan buah dari kerja keras, konsistensi kebijakan, serta sinergi lintas kementerian dan lembaga sejak awal masa pemerintahannya. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dan bersaing dengan bangsa lain.
Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat dari Target
Salah satu capaian gemilang yang disoroti Presiden Prabowo adalah keberhasilan swasembada pangan yang mampu dicapai jauh lebih cepat dari perencanaan awal. Target swasembada beras yang sebelumnya dipatok empat tahun, justru dapat terealisasi hanya dalam setahun setelah dirinya menerima mandat kepemimpinan nasional pada 20 Oktober 2024.
Presiden Prabowo menyebutkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras tim serta sinergi kabinet yang dipimpinnya. Berbagai Kementerian dan Lembaga (K/L) bekerja sama memangkas regulasi yang dinilai tidak masuk akal demi mempercepat proses ini.
Kecepatan pencapaian swasembada pangan ini menunjukkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam mengatasi tantangan di sektor pertanian. Ini juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah terhadap ketahanan pangan nasional.
Reformasi Tata Kelola Pupuk Bersubsidi
Terobosan besar lainnya yang menjadi fokus Presiden Prabowo adalah pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi. Sebelumnya, birokrasi yang rumit seringkali menghambat distribusi dan menyulitkan petani untuk memperoleh pupuk di lapangan.
Pemerintah merespons keluhan ini dengan memangkas 145 regulasi dan menyederhanakan perizinan. Distribusi pupuk kini dapat langsung sampai ke tangan petani, tanpa melibatkan lagi 11 kementerian/lembaga. Prosesnya cukup dengan satu instruksi, minim tanda tangan, menggunakan KTP, dan persetujuan kepala desa, sehingga penyaluran merata secara nasional.
Reformasi ini tidak hanya mempermudah akses petani terhadap pupuk, tetapi juga mencetak sejarah baru dalam kebijakan harga pupuk nasional. Pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, bahkan berpotensi turun hingga 25 persen. Meskipun demikian, Presiden memilih untuk menjaga keuntungan pabrik sebesar 5 persen agar keberlanjutan industri pupuk dalam negeri tetap terjaga.
Dampak Positif bagi Petani Beras dan Ketahanan Pangan
Keberhasilan reformasi pupuk bersubsidi ini memberikan dampak langsung pada kinerja sektor perberasan nasional. Presiden Prabowo menyatakan bahwa kondisi petani beras saat ini berada pada fase terbaik sepanjang sejarah Republik Indonesia.
Peningkatan kesejahteraan petani terlihat dari naiknya nilai tukar petani (NTP) dari 106 menjadi 125 persen, yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia. Selain itu, cadangan beras nasional dan produksi beras juga mencapai titik tertinggi.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemandirian pangan adalah syarat mutlak bagi sebuah negara merdeka. Ketahanan pangan merupakan fondasi penting dalam menjaga martabat bangsa dan melindungi rakyat, serta harus menjadi contoh bagi sektor lain dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera melalui reformasi dan keberpihakan kepada rakyat.
Sumber: AntaraNews