Usai Bertemu Mensesneg, BEM SI: Kami Tetap Gelar Demo, tapi Tunggu Situasi Kondusif

BEM SI sendiri menyampaikan tidak ada permintaan dari pihak Istana untuk menahan aksi demonstasi.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Usai Bertemu Mensesneg, BEM SI: Kami Tetap Gelar Demo, tapi Tunggu Situasi Kondusif
Usai Bertemu Mensesneg, BEM SI: Kami Tetap Gelar Demo, tapi Tunggu Situasi Kondusif (Merdeka.com)

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan memastikan akan tetap melakukan aksi demonstrasi. Namun, aksi demonstrasi menunggu situasi di Jakarta kondusif pasca unjuk rasa berujung ricuh beberapa hari lalu.

"Jadi untuk demonstrasi mungkin akan tetap kami lakukan, namun akan menunggu waktu dan momen yang pas pada saat situasi di Jakarta sudah kondusif," kata Koordinator Media BEM SI, Pasha Fazillah Afap kepada wartawan usai melakukan audiensi dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Negara Jakarta, Kamis (4/9) malam.

BEM SI sendiri menyampaikan tidak ada permintaan dari pihak Istana untuk menahan aksi demonstasi. BEM SI sendiri belum dapat memastikan kapan aksi demo akan dilakukan.

"Tidak bisa dibilang batal karena kami melihat situasi kondisi besok. Jika memang memungkinkan kami juga akan tetap aksi, tapi ketika kondisi tidak memungkinkan kami akan menunggu atau menunda," ujar Pasha.

Salah satu tuntutan yang dibawa BEM SI Kerakyatan saat bertemu Prasetyo yakni, mendesak agar Presiden Prabowo Subianto membentuk tim investigasi terkait dugaan makar dalam aksi demo berujung ricuh.

"Artinya makar ini saya rasa dan saya dengan tegas dan lantang mengatakan bahwa tidak akan ada tindakan makar jika memang seluruh demonstran ini dianalisis benar-benar orang yang membenarkan keadilan atau memang orang lain yang ingin rusuh," jelas dia.

Pasha menuturkan, Prasetyo menanggapi positif tuntutan-tuntutan para mahasiswa. Menurut dia, Prasetyo juga berjanji akan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada Prabowo.

"Tadi Bapak Mensesneg sudah memberikan respon yang cukup positif dan segera akan disampaikan ke Bapak Presiden," ucap Pasha.

Sebelumnya, Badan Eskeskutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan menyampaikan sejumlah tuntutan saat bertemu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Negara Jakarta, Kamis (4/9) malam. Presiden Prabowo Subianto berhalangan hadir dikarenakan menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal.

"Kebetulan memang tadi sebetulnya Pak Presiden ingin menemui kami namun ada acara Maulid di Istiqlal kebetulan. Belum sempat ketemu sama Bapak Presiden," kata salah satu perwakilan BEM SI Kerakyatan bernama Pasha.

Kepada Prasetyo, para mahasiswa meminta agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset segera disahkan. Selain itu, BEM SI Kerakyatan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk tim investigasi terkait dugaan makar dalam aksi demo berujung ricuh.

"Pertama, mungkin kami menekan dengan keras bahwa untuk segera mensahkan RUU Perampasan Aset yang kemarin sudah kami sampaikan di DPR RI," ujarnya.

Ketua BEM UPN Veteran Yogyakarta, Kaleb menjelaskan mahasiswa juga mendesak pemerintah mengakomodir '17+8 Tuntutan Rakyat'. Dia menyebut Mensesneg dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto berjanji akan mengakomodir tuntutan masyarakat itu.

"Pak Mensesneg pun mengiyakan untuk bisa mengakomodir setiap aspirasi yang sedang trending per hari ini 17+8, seperti itu," ucap Kaleb.

Di sisi lain, Bem SI Kerakyatan juga mendesak pemerintah menegakkan supremasi sipil dan menolak militerisme. Mereka memandang militer menjadi alat negara dan berada di barak.

BEM SI mengajak masyarakat mengawal semua tuntutan yang disampaikan. Pemerintah menjanjikan tuntutan yang disampaikan mahasiswa akan ditindaklanjuti dalam tempo sesingkat-singkatnya.

"Untuk kepastian waktu, kami belum bisa memastikan sendiri karena dari Bapak Mensesneg dan Bapak Mendiktisaintek itu juga pasti akan mengakomodir segala tuntutan masyarakat dan akan dilakukan dalam waktu ataupun tempo secepat-cepatnya," ujar Koordinator Wilayah Bem SI Kerakyatan untuk Banten, Paloma.

Rekomendasi