Progres Pembangunan Bendungan Bagong Capai 59,49 Persen, PTPP Optimis Selesai Tepat Waktu
PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatat progres pembangunan Bendungan Bagong di Trenggalek, Jawa Timur, mencapai 59,49 persen, lebih cepat dari target, menunjukkan komitmen PTPP menyelesaikan proyek vital ini tepat waktu.
PT PP (Persero) Tbk (PTPP) melaporkan kemajuan signifikan dalam pembangunan Bendungan Bagong Paket III di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Proyek strategis ini telah mencapai 59,49 persen penyelesaian saat ditinjau langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Capaian ini melampaui target rencana yang ditetapkan sebesar 56,56 persen, menandakan efisiensi dalam pelaksanaannya.
Keberhasilan percepatan progres Bendungan Bagong ini disebut sebagai hasil dari perencanaan matang, inovasi konstruksi, serta kolaborasi erat antara berbagai pemangku kepentingan. PTPP menegaskan komitmennya untuk menuntaskan proyek vital ini sesuai jadwal yang telah ditentukan. Hal ini sekaligus menjaga kualitas, keselamatan kerja, dan keberlanjutan lingkungan di area pembangunan.
Bendungan Bagong dirancang untuk memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam mendukung ketahanan air regional dan peningkatan produktivitas sektor pertanian. Selain itu, infrastruktur ini juga akan berperan penting dalam penyediaan air baku serta upaya mitigasi banjir di wilayah Kabupaten Trenggalek.
Progres Signifikan Bendungan Bagong dan Komitmen PTPP
Joko Raharjo, Corporate Secretary PTPP, menyampaikan bahwa progres pembangunan Bendungan Bagong yang melampaui target merupakan bukti nyata dari dedikasi perusahaan. PTPP terus berupaya mengimplementasikan strategi terbaik untuk memastikan setiap tahapan konstruksi berjalan lancar. Inovasi konstruksi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan teknis yang ada.
Proyek Bendungan Bagong Paket III memiliki nilai kontrak sebesar Rp402,31 miliar. Masa pelaksanaannya direncanakan selama 1.473 hari kalender, dimulai sejak 20 Desember 2024. PTPP berkomitmen penuh untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu, tanpa mengesampingkan aspek kualitas dan standar keselamatan kerja yang tinggi.
Komitmen PTPP tidak hanya terbatas pada pencapaian target fisik, tetapi juga pada aspek keberlanjutan proyek. Perusahaan memastikan bahwa pembangunan Bendungan Bagong akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi ekosistem dan masyarakat sekitar. Pendekatan holistik ini menjadi prioritas utama dalam setiap proyek yang dikerjakan PTPP.
Manfaat Strategis dan Tantangan Konstruksi Bendungan Bagong
Bendungan Bagong diproyeksikan memiliki kapasitas tampung air sebesar 17,4 juta meter kubik, menjadikannya aset strategis bagi Trenggalek. Kapasitas ini akan mampu menyuplai air irigasi untuk 977 hektare lahan pertanian di Daerah Irigasi Bagong. Ketersediaan air yang stabil sangat krusial untuk meningkatkan hasil panen petani.
Selain irigasi, bendungan ini juga akan menyediakan air baku sebesar 153 liter per detik, memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Peran penting lainnya adalah sebagai pengendali banjir di Kabupaten Trenggalek, mengurangi risiko bencana alam yang sering melanda wilayah tersebut. Manfaat ganda ini menjadikan Bendungan Bagong sangat vital.
Pembangunan Bendungan Bagong menghadapi tantangan teknis yang cukup kompleks, terutama karena konstruksi bendungan bertumpu pada lapisan koluvial. Lapisan tanah ini memerlukan rekayasa khusus untuk menjaga stabilitas dan keamanan struktur bendungan agar tetap kokoh. PTPP telah menerapkan inovasi konstruksi untuk mengatasi kendala ini secara efektif.
Inovasi tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan, tetapi juga untuk memastikan standar keselamatan kerja yang optimal. Dengan solusi rekayasa yang tepat, PTPP berupaya meminimalkan risiko dan memastikan bahwa Bendungan Bagong dapat beroperasi dengan aman dan efisien.
Apresiasi Wapres Gibran untuk Percepatan Bendungan Bagong
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja pada 30 April 2026 untuk meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Bagong. Dalam kunjungannya, Wapres Gibran menekankan pentingnya percepatan penyelesaian proyek ini. Ia berharap manfaat bendungan dapat segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani dan warga Trenggalek.
Wapres Gibran juga menyoroti urgensi sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi yang solid sangat diperlukan untuk memastikan kelancaran pembangunan Bendungan Bagong hingga tuntas. Sinergi ini akan mempercepat realisasi tujuan proyek.
Di lokasi proyek, Wapres Gibran memberikan apresiasi tinggi kepada tim proyek atas kerja keras mereka. Ia juga menyampaikan pesan penyemangat kepada para pekerja yang terlibat dalam pembangunan. "Semangat terus," ujar Gibran, memberikan motivasi kepada seluruh tim yang berjuang di lapangan.
Kunjungan penting ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan tokoh penting lainnya. Turut mendampingi adalah Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, serta Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Natanegara. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap proyek strategis ini.
Sumber: AntaraNews