Proyek Rp1,47 Triliun: Waskita Karya Targetkan Bendungan Mbay Rampung 2026
Bendungan dengan luas genangan mencapai 587,61 hektare ini juga mendukung potensi energi baru terbarukan.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus mempercepat pembangunan Bendungan Mbay yang terletak di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Percepatan ini dilakukan sesuai dengan arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang meninjau langsung lokasi proyek pada Kamis (8/5).
Dalam kunjungannya, Wapres Gibran menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian Bendungan Mbay agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, khususnya untuk mendukung pertanian produktif, penyediaan air bersih, dan pengurangan risiko banjir.
Ia juga berharap bendungan yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia, sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata lokal.
Direktur Operasi II Waskita Karya, Dhetik Ariyanto, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu dan sesuai standar mutu.
“Bendungan Mbay nantinya mampu menyuplai air irigasi untuk lahan seluas 6.240 hektare, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian di wilayah Nagekeo, khususnya di Desa Rendubutowe,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Selain fungsi irigasi, bendungan dengan luas genangan mencapai 587,61 hektare ini juga mendukung potensi energi baru terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 117,5 MegaWatt. Bendungan ini juga dirancang untuk menyuplai air baku sebesar 205 liter per detik dan mereduksi banjir di wilayah hilir seluas 3.200 hektare.
Dengan kapasitas tampung normal sebesar 52,89 juta meter kubik, proyek ini tidak hanya menjadi penopang ketahanan air dan energi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi berkelanjutan kepada masyarakat sekitar.
“Kami juga merancang Bendungan Mbay sebagai destinasi wisata baru di Pulau Flores,” tambah Dhetik.
Sebagai BUMN konstruksi berpengalaman lebih dari 64 tahun, Waskita Karya menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur nasional.
Bendungan Mbay sendiri merupakan salah satu dari 77 Proyek Strategis Nasional yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) 2025–2029. Proyek senilai Rp1,47 triliun ini ditargetkan selesai pada tahun 2026.
Saat ini, pembangunan Bendungan Mbay Paket I yang dikerjakan oleh Kerja Sama Operasi (KSO) Waskita Karya–Bumi Indah telah mencapai progres fisik sebesar 75,28 persen.
Selain proyek ini, Waskita Karya juga menggarap lima bendungan PSN lainnya, yaitu Bendungan Jragung, Bener, Tiga Dihaji, Karangnongko, dan Cibeet.