Gangguan KRL di Lintas Kebayoran–Sudimara, Penumpang Sempat Tertahan
Beberapa perjalanan KRL Commuter Line di jalur Tanah Abang-Rangkasbitung mengalami keterlambatan dan antrean. Berikut adalah penyebabnya.
Sejumlah perjalanan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line mengalami gangguan akibat pemadaman listrik. Aliran listrik terputus, sehingga pengalihan dilakukan untuk memulihkan operasional kereta. Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa Listrik Aliran Atas (LAA) padam karena suplai dari Gardu Traksi PLN Limo terputus mulai pukul 18.35 WIB. Dia menambahkan bahwa pasokan daya LAA pada lintas Stasiun Kebayoran hingga Stasiun Sudimara terhenti sejak sore ini.
"Petugas terkait sudah berkoordinasi untuk pengalihan daya LAA dari Gardu Traksi lainnya yaitu Gardu Traksi Karet 2 dan Gardu Traksi Pondok Betung," jelas Leza dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Gangguan pada aliran listrik ini berdampak pada perjalanan KRL Commuter Line di lintas Rangkasbitung. "Akibat padamnya LAA ini, perjalanan Commuter Line pada lintas Tanah Abang - Rangkasbitung mengalami keterlambatan dan antrean perjalanan. Commuter Line No.1766 dan 1768 terhenti di antara Stasiun Kebayoran dan Stasiun Sudimara," lanjut Leza.
Keluhan Pengguna
Sejumlah pengguna KRL Commuter Line menyampaikan keluhan terkait perjalanan mereka yang terganggu melalui media sosial. Beberapa dari mereka mengunggah video yang menunjukkan kondisi kereta dalam keadaan gelap. Pengunggah juga melaporkan bahwa lampu dan pendingin udara (AC) ikut mati dalam situasi tersebut. Selain itu, beberapa pengguna lainnya mengeluhkan bahwa perjalanan mereka terhambat akibat pemadaman aliran listrik ini. Keluhan tersebut disampaikan melalui media sosial X yang menandai akun KAI Commuter, @commuterline.
30 Rangkaian KRL Baru
PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) menegaskan bahwa proses pengadaan rangkaian kereta rel listrik (KRL) baru terus berlangsung. Penambahan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas angkut di seluruh lintas KRL Commuter Line Jabodetabek. Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter, mengungkapkan bahwa kajian pengadaan saat ini masih berjalan dan mendekati tahap akhir.
"Untuk pengadaan 30 trainset, ini memang kajiannya terus dilakukan dan sudah mendekati tahap final. Jadi baik dari sisi KAI, KCI, maupun pemerintah dalam proses persiapan untuk merealisasikan kebutuhan tambahan kapasitas angkut tersebut," ujar Karina saat ditemui di Commuter Hall, Stasiun Juanda, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Rencana untuk menambah rangkaian KRL ini sebelumnya juga diungkapkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai respons terhadap tingginya kepadatan penumpang di kawasan Jabodetabek. Meskipun belum ada rincian mengenai jalur prioritas, KAI Commuter memastikan bahwa penempatan rangkaian baru akan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, termasuk kapasitas stasiun.
Selain itu, jumlah kereta dalam satu rangkaian akan ditingkatkan menjadi 12 gerbong. "Jadi kami akan mengoperasikan sarana dengan stamformasi 12 (12 gerbong) pada lintas pelayanan yang secara infrastruktur sudah mampu menunjang pengoperasian tersebut," jelasnya.
Proses akan dimulai pada tahun 2026
Karina menekankan bahwa rencana pengadaan akan dimulai pada tahun 2026, meskipun rincian lebih lanjut mengenai implementasinya masih harus menunggu perkembangan terbaru. "Akan dimulai untuk prosesnya tahun ini. Tapi nanti kita pantau perkembangannya, dan akan kami sampaikan update lebih lanjut," ujarnya.
Ia juga menyatakan bahwa fokus utama dari pengadaan ini adalah untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan bagi para penumpang.