Presiden Prabowo Siapkan Anggaran Rp4 Triliun Perbaiki 1.800 Titik Perlintasan KAI
Presiden Prabowo menginstruksikan perbaikan perlintasan KAI di Pulau Jawa dengan anggaran Rp4 triliun.
Presiden Prabowo menyiapkan anggaran sebesar Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan KAI di Pulau Jawa.
Pemerintah menyadari banyak lintasan kereta api yang hingga saat ini tidak memiliki penjagaan, sehingga rawan kecelakaan.
Apalagi, ribuan titik perlintasan tersebut merupakan warisan infrastruktur sejak zaman Belanda. Infrastruktur itu sudah puluhan tahun tidak mendapatkan penanganan menyeluruh.
"Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 T ya, Rp4 triliun, demi keselamatan," kata Presiden Prabowo saat meninjau korban kecelakaan kereta api di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa dikutip Antara.
Prabowo menyebut ada dua skema yang bisa dilakukan dengan anggaran itu. Pertama, pembangunan pos jaga. Kedua, pembuatan flyover.
"Saya akan perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya lintasan tersebut, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover ya nanti pelaksanaannya kita tunjuk," ujarnya.
Khusus untuk wilayah Bekasi, Presiden telah menyetujui pembangunan flyover melalui skema bantuan presiden karena kondisi kepadatan lalu lintas yang sangat mendesak.
Pemerintah Daerah Bekasi sebelumnya telah mengajukan pembangunan ribuan meter flyover untuk meminimalkan risiko kecelakaan di titik-titik rawan.
Presiden menegaskan bahwa anggaran besar tersebut harus dikeluarkan sekarang mengingat pentingnya peran kereta api sebagai moda transportasi massal bagi masyarakat.
KRL Diseruduk Argo Bromo Anggrek
Sebelumnya, Kereta Api (KA) jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya menabrak Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Insiden bermula dari kecelakaan yang terjadi di perlintasan rel di kawasan Bulak Kapal.
Peristiwa tersebut melibatkan sebuah taksi yang tertabrak KRL di jalur perlintasan (JPL), sehingga menyebabkan perjalanan KRL terganggu dan kereta terpaksa berhenti.
Akibat KRL yang berhenti mendadak di jalur tersebut, rangkaian kereta lain yang berada di belakangnya, yakni KA Argo Bromo Anggrek, tidak dapat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL.