3 Penumpang Masih Terjepit, Tim SAR Bergantian Potong Gerbong KRL
Jumlah penumpang yang masih terjepit ini dilaporkan per pukul 05.11 WIB.
Proses evakuasi korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur berlangsung tanpa henti sejak dini hari.
Tim SAR gabungan menerapkan skema kerja bergantian dengan mengerahkan personel khusus ekstrikasi untuk menyelamatkan 3 penumpang yang masih terjepit di dalam gerbong KRL Commuter Line.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menegaskan operasi penyelamatan dilakukan secara terus-menerus dengan sistem rotasi personel. Petugas dari luar secara bergantian masuk ke dalam gerbong sempit untuk melanjutkan proses evakuasi.
Menurutnya, hanya personel dengan kemampuan khusus ekstrikasi yang dilibatkan dalam operasi tersebut.
Hal ini diperlukan mengingat kondisi gerbong yang sempit karena rangka akibat benturan keras dengan Argo Bromo Anggrek.
"Yang pasti kita bekerja non-stop tidak ada jeda. Personel yang akan kita ganti dari luar masuk ke dalam gerbong, kemudian di dalam kita bergantian. Dan tentunya yang kita libatkan adalah personel-personel yang memang memiliki kemampuan untuk ekstriksasi. Itu yang utama," ucapnya dikutip Antara, Selasa (28/4/2026).
3 dari 7 Penumpang Terjepit
Insiden maut ini terjadi pada Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir - Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST).
Tim SAR dari lokasi kejadian melaporkan sampai Selasa pukul 05.11 WIB masih terdapat tiga dari tujuh orang penumpang yang terjepit di dalam rangkaian gerbong KRL nomor 8 yang merupakan gerbong khusus wanita.
Adapun tiga orang penumpang yang terjepit berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, terakhir adalah seorang perempuan berinisial S (26) tahun dan langsung dibawa ke RSUD Bekasi untuk tindakan medis.
Sementara itu total korban meninggal dunia saat ini tercatat sebanyak lima orang.