Timnas basket U18 putra Indonesia harus mengubur impiannya untuk berlaga di putaran final Piala Asia U18 FIBA 2026. Hal ini terjadi setelah mereka menelan kekalahan pada babak semifinal FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026. Pertandingan krusial tersebut berlangsung di Gimnasium Chan Ka Pho, Krabi, Thailand, pada Sabtu (13/6) kemarin.
Skuad Garuda Muda takluk dari tim tuan rumah Thailand dengan skor akhir 50-68 dalam laga yang berlangsung sengit. Kekalahan ini secara otomatis menutup peluang Indonesia untuk melaju ke turnamen utama di Ahmedabad, India. Hanya dua finalis dari kualifikasi ini yang berhak mendapatkan tiket ke Piala Asia U18 FIBA 2026.
Meski demikian, perjuangan Timnas Basket U18 Indonesia belum sepenuhnya berakhir dalam ajang kualifikasi ini. Mereka masih memiliki satu pertandingan terakhir untuk memperebutkan posisi ketiga. Laga perebutan peringkat ketiga ini dijadwalkan akan mempertemukan Indonesia dengan Malaysia pada Minggu, pukul 15.30 WIB.
Advertisement
Advertisement
Analisis Kekalahan dan Tantangan Fisik Timnas Basket U18 Indonesia
Pelatih Timnas Basket U18 Indonesia, Ismael, mengungkapkan beberapa faktor kunci di balik kekalahan timnya dari Thailand. Menurutnya, para pemain kurang lepas saat bertanding, sehingga tidak mampu menunjukkan performa terbaik mereka. Akurasi tembakan tiga poin juga menjadi sorotan, dengan catatan yang kurang memuaskan sepanjang pertandingan semifinal.
Selain faktor internal, Ismael juga menyoroti keunggulan fisik tim lawan. "Permainan fisik dan postur tubuh lawan jauh lebih besar, sehingga itu juga menyulitkan kami," kata Ismael dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu. Keunggulan postur ini memberikan keuntungan signifikan bagi Thailand dalam menguasai area kunci dan rebound.
Ismael menambahkan bahwa program pembinaan yang sedang diterapkan saat ini masih membutuhkan waktu untuk berkembang secara optimal. Staf pelatih mengadopsi konsep dan sistem permainan yang digunakan oleh tim nasional senior. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan tim di masa mendatang, meskipun memerlukan proses adaptasi.
Advertisement
Meskipun demikian, semangat juang Timnas Basket U18 Indonesia tidak padam. Ismael menegaskan pentingnya untuk bangkit setelah kekalahan tersebut. "Kami harus bangkit setelah kekalahan lawan Thailand dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan peringkat ketiga di SEABA Qualifiers 2026," ujarnya, menunjukkan tekad tim.
Advertisement
Perjalanan Gemilang di Fase Grup dan Harapan Peringkat Ketiga
Sebelum menghadapi Thailand di semifinal, Timnas Basket U18 Indonesia mencatatkan rekor sempurna di fase Grup B. Mereka berhasil meraih dua kemenangan meyakinkan dalam pertandingan sebelumnya. Kemenangan pertama diraih atas Laos dengan skor telak 89-35, menunjukkan dominasi yang kuat di awal turnamen.
Selanjutnya, Indonesia kembali menunjukkan performa apik dengan mengalahkan Malaysia 65-55. Dua kemenangan berturut-turut ini mengantarkan mereka sebagai juara Grup B. Catatan sempurna ini sempat menumbuhkan optimisme tinggi untuk melaju lebih jauh di turnamen kualifikasi.
Namun, kekalahan dari Thailand mengakhiri catatan impresif tersebut dan menutup pintu menuju Piala Asia U18 FIBA 2026. Manajer Timnas Basket U18 putra Indonesia, Cokorda Raka Satrya Wibawa, memastikan bahwa peluang Indonesia untuk tampil di Ahmedabad, India, sudah tidak ada. "Benar kalau kami tidak lolos ke Piala Asia U18 FIBA 2026, karena yang masuk cuma dua negara atau finalis saja," jelasnya.
Advertisement
Dengan demikian, fokus Timnas Basket U18 Indonesia kini beralih sepenuhnya pada perebutan posisi ketiga. Pertandingan melawan Malaysia akan menjadi kesempatan terakhir untuk mengakhiri turnamen dengan hasil positif. Kemenangan akan menjadi penawar kekecewaan dan menunjukkan kapasitas tim.
Advertisement
Detail Pertandingan Semifinal Kontra Thailand
Pertandingan semifinal antara Indonesia dan Thailand berlangsung ketat sejak kuarter pertama. Timnas Merah Putih berupaya keras menghadapi tuan rumah yang memiliki keunggulan postur tubuh lebih besar dan cepat. Meskipun demikian, Thailand berhasil unggul tipis 15-14 di akhir kuarter pertama, dipimpin oleh Krit Issariyachiwin.
Memasuki kuarter kedua, dominasi Thailand mulai terlihat jelas di hadapan pendukungnya sendiri. Pemain seperti Thanawat Pisarnyuttanapong dan rekan-rekannya berhasil menguasai paint area serta sisi luar pertahanan Indonesia. Akibatnya, selisih skor melebar menjadi 32-22 saat jeda paruh waktu.
Setelah halftime, Indonesia semakin kesulitan untuk mengejar ketertinggalan. Jaya James, yang sebelumnya menjadi pencetak poin terbanyak, tidak mampu menembus pertahanan lawan secara efektif. Timnas U18 Indonesia pun semakin tertinggal jauh dengan skor 33-50 pada akhir kuarter ketiga.
Advertisement
Pada kuarter terakhir, selisih skor tidak pernah menyentuh di bawah dua digit. Timnas U18 Indonesia akhirnya harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor akhir 50-68. Ronnie Allsopp dari Thailand menjadi pencetak angka terbanyak dengan 16 poin, satu rebound, dan dua assist. Sementara itu, kapten Indonesia, Steven Sebastian, mencetak double-double dengan 12 poin dan 10 rebound, ditambah satu assist.
Sumber: AntaraNews